Impor Bijih Timah Cina Terus Turun Akibat Covid-19

Tim_Wow    •    Jumat, 24 September 2021 | 12:57 WIB
Ekonomi
Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Cina masih kekurangan konsentrat timah untuk diolah di dalam negeri akibat impor konsentrat dari Myanmar ke negara produsen utama timah dunia ini terus menurun. Cina juga berupaya mengatasi kebutuhan konsentrat dengan impor dari negara Kongo di Afrika bahkan Australia, 

“Pengendalian Covid terus mengganggu pasokan konsentrat timah dari produsen terbesar ketiga di dunia. Hasil dari tambang di Myanmar belum sepenuhnya pulih karena kekurangan pekerja awal tahun ini,” tulis Asosiasi Timah Internasional (ITA) , Kamis (23/9/2021).

Meski produksi turun karena masalah pekerja, total impor konsentrat timah ke China ditopang oleh penjualan dari bijih timah milik pemerintah Myanmar. Penjualan telah berlangsung sejak Juli, dengan perkiraan 4.000 ton konsentrat timah. Sumber lokal menunjukkan bahwa 4.000 ton lagi (mengandung timah) akan dilelang pada kuartal terakhir tahun 2021.

Ada kemungkinan bahwa impor dari Myanmar bisa sedikit melonjak pada bulan September karena hambatan ekspor dibersihkan – seperti yang terlihat pada bulan Juli tahun ini. 

“Namun, pengiriman bulanan kemungkinan rata-rata sekitar 3.000 ton konsentrat timah selama kuartal keempat karena produksi tambang yang lebih rendah jika diimbangi dengan penjualan pemerintah,” kata asosiasi dalam keterangannya di internationaltin.org.

Perdagangan konsentrat timah antara China dan Myanmar menurun pada Agustus karena langkah-langkah pengendalian virus corona menangguhkan transportasi melalui kota perbatasan penting antara kedua negara.Cina mengimpor sekitar 15.557 ton bijih timah dan konsentrat pada bulan Agustus, 80% berasal dari Myanmar. 

Pengiriman bijih dan konsentrat melewati beberapa kota yang berada di perbatasan China dan Myanmar. Karena langkah pengendalian Covid yang diterapkan di China, pengiriman melalui Menglian ditangguhkan selama sekitar satu minggu. Akibatnya, impor dari Myanmar turun sekitar 31% antara Juli dan Agustus menjadi 3.100 ton timah yang terkandung. 

China juga mendapatkan beberapa bahan baku dari negara lain di seluruh dunia, termasuk Australia dan Congo (DRC). Impor ini meningkat sebesar 67% menjadi sekitar 1.500 ton konsentrat timah. Secara total, pasokan bahan baku China turun sekitar 18% dibandingkan Juli, setara dengan hampir 3.500 ton bruto. Diperkirakan kandungan timah turun 800 ton (15%). (wb)



MEDSOS WOWBABEL