Ada Apa Dengan Pasar Timah Dunia Tertuju ke Indonesia

Tim_Wow    •    Jumat, 17 September 2021 | 15:14 WIB
Ekonomi
Ilustrasi. (net)
Ilustrasi. (net)

LONDON, www.wowbabel.com -- Harga timah belum berhenti menanjak. Sempat anjlok pertengahan Agustus lalu kembali bangkit. Memasuki pekan kedua September harga timah mulai bergerak dan menjelang penutupan pasar Jumat (17/9/2021) timah kontrak tiga bulan di pasar London sudah berada di level US$ 34.000 per metrik ton.

Kendati pasokan timah ke pasar mulai normal dengan pabrik peleburan di Cina beroperasi kembali, pasar masih sangat sensitif dengan ketersedian barang. Apalagi permintaan akan balok timah akan meningkat sejalan denga pemulihan indusrri di beberapa negara dunia.

"Harga timah telah bertahan relatif baik setelah penurunan signifikan pada pertengahan Agustus. Saat ini, harga didorong secara teknis, dengan berita fundamental yang kuat," kat Analis Pasar Asosiasi Timah Iternasional (ITA) James Willougbhy di laman resmi internationaltin.org , Jumat (17/9/2021).

Indonesia sebagai pemasok timah terbesar kedua di dunia jadi andalan bagi pasar. Sebab Cina sebagai negara produsen timah terbesar membutuhkan tumah balok untuk industri dalam negeri. Bahkan Cina mengimpor timah ore dari penambangan di Asia dan Afrika. 

Myanmar sebagai negara oemasok ore terbesar ke Cina kondisi Covid mauoun situasi politik mengganggu produksi penambangan mereka.

Di Indonesia saat ini akan dilakukan pembaruan izin ekspor timah mikik swasta. Selain itu Indonesia memasuki musim penghujan yang akan mengganggu produksi timah.

"Semua mata saat ini tertuju pada Indonesia, di mana pembaruan izin ekspor yang akan datang dan musim hujan dapat menyebabkan beberapa gangguan pada produksi," ujar James.

PT Timah Tbk perusahan penambangan timah utama di Indonesia tahun 2021 menargetkan produksi 30.000 ton. Namun produksi bijih timah baru mencapai 11.457 ton di semester pertama 2021. Produksi ini turun 54% dibandingkan dengan realisasi semester pertama 2020 yang mencapai 25.081 ton. 

Selain produksi logam timah turun sekitar 57% secara tahunan (yoy), volume penjualan timah juga turun sekitar  60% dari semula 31.508 ton di semester pertama 2020 menjadi 12.523 ton di semester pertama 2021. 

Dari catatan Kementerian Perdagangan RI, ekspor timah olahan Indonesia melonjak 21,7% pada Agustus dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Ekspor timah olahan mencapai 7.497,19 ton pada Agustus, naik dari 6.158,67 ton tahun lalu dan 14,27% lebih tinggi dari Juli. (wb)



MEDSOS WOWBABEL