Selain Harganya Naik, Negara Tujuan Ekspor Timah Indonesia Melonjak

Tim_Wow    •    Senin, 13 September 2021 | 11:18 WIB
Ekonomi
Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Timah dari Indonesia diburu dari berbagai negara. Kelangkaan pasokan timah akibat pandemi COVID-19 sejak 2020 hingga sekarang memaksa para pembeli mencari timah di Indonesia sebagai produsen terbesar kedua di dunia.

Di bursa timah Indonesia Commodity and Derevatives Exchange (ICDX) hingga Agustus 2021 negara yang terdaftar tujuan ekspor timah sebanyak 23 negara. Padahal tahuan sebelumnya tercatat hanya tujuh negara. 

“Dari data negara tujuan ekspor timah yang tercatat di ICDX, sepanjang tahun 2021 sampai bulan Agustus jumlah negara tujuan yang aktif melonjak menjadi 23 negara dari sebelumnya 7 negara tujuan yang aktif di tahun 2020,” kata Muhammad Irham Kepala Kantor Perwakilan ICDX Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akhir pekan lalu.

Untuk negera tujuan ekspor timah yang bertransaksi melalui ICDX  sejak Januari hingga Agustus 2021 peningkatan terbesar tujuan  Jepang  melonjak   2.266,86%, diikuti Belgia sebesar 896,45%, Korea Selatan mencapai 638,22%. Lalu negara tujuan India meningakat 443,67% dan Singapuara 360,29%.

“Negara tujuan ekspor tersebut merupakan negara-negara yang mendominasi industri elektronik dan manufaktur dan membutuhkan timah dalam skala besar untuk operasionalnya,” kata Irham.

Sebelum ICDX mendapatkan mandat dari pemerintah untuk beroperasi sebagai platform perdagangan untuk ekspor timah, produsen timah Indonesia sulit menentukan harga jualnya sendiri karena referensi harga mengacu pada harga yang dibentuk di luar negeri (London Metal Exchange & Kuala Lumpur Tin Market). 

Namun setelah resmi, melalui ICDX, Indonesia telah berhasil mengubah kondisi tersebut dan menambah negara tujuan ekspor timah menjadi 27 negara. Produsen timah Indonesia dapat menentukan harga jual timahnya sendiri dan penerimaan negara dari ekspor timah menjadi lebih optimal.

Pada awal September 20201 lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepaulauan Bangka Belitung meliris  data ekonomi Provinsi Bangka Belitung sebagai penghasil timah utama Idonesia. Pada Juli 2021 nilai ekspor timah dari Provinsi Babel naik 134,10 persen dan eskpor nontimah naik 122,32 persen (y-on-y).

Dibandingkan dengan bulan sebelumnya (m-to-m), nilai ekspor naik 14,42 persen. Ekspor timah naik 4,46 persen dan ekspor nontimah naik 113,13 persen. Singapura menyerap 15,30 persen (US$157,01 juta) ekspor timah, sedangkan Malaysia menyerap 24,54 persen (US$49,39 juta) ekspor nontimah.

Sedangkan periode Januari-Juli 2021 negara tujuan ekspor timah Bangka Belitung didominasi oleh Singapura senilai US$157,01 juta,  lalu Korea Selatan dengan nilai US$134,99 Juta, diikuti Belanda dengan US$134,98 juta, India US$127,58 Juta, dan Jepang dengan nilai  US$120,03 Juta. (wb)



MEDSOS WOWBABEL