Mahasiswa KKN-T UBB Ikuti Pelatihan Pengolahan Purun di Pulau Seliu

Jurnalis_Warga    •    Minggu, 12 September 2021 | 03:32 WIB
Lokal
Mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) yang menempuh Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) mengikuti pelatihan pengolahan purun di Desa Pulau Seliu, Belitung, Sabtu (4/09/2021). (ist)
Mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) yang menempuh Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) mengikuti pelatihan pengolahan purun di Desa Pulau Seliu, Belitung, Sabtu (4/09/2021). (ist)

TANJUNGPANDAN,www.wowbabel.com -- Mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) yang menempuh Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) mengikuti pelatihan pengolahan purun di Desa Pulau Seliu, Belitung, Sabtu (4/09/2021).

Program pelatihan ini diadakan oleh Dinas Perindustrian Kabupaten Belitung Timur dan Yayasan Tarsius Center Indonesia. Berlangsung selama 8 hari bersama Caroline sebagai pemateri, fokus kegiatan adalah mengembangkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Seliu yang berminat menguasai bidang pengolahan purun bagi seluruh lapisan masyarakat di desa tersebut.

Mahasiswa KKN-T turut ikut serta dalam pelatihan ini, seperti mengambil bahan baku di Danau Purun Desa Seliu sekaligus membuat kerajinan purun.

"Mahasiswa KKNT UBB yang ikut serta dalam kegiatan pelatihan pengolahan purun ini merupakan bentuk partisipasi dan pelaksanaan program KKNT yaitu pengembangan pariwisata di Desa Seliu," ungkap Fitri Ramdhani Harap, Dosen Pendamping Lapangan KKN-T Desa Pulau Seliu.

Kegiatan pelatihan dibagi dalam beberapa hari, yaitu hari pertama diawali dengan pembukaan oleh kepala Desa Seliu dan Ketua Yayasan Tarsius Center Indonesia.

"Saya bererharap pelatihan purun ini dapat terus berlanjut sehingga nantinya masyarakat terampil dan kreatif mengembangkan kerajinan purun dan dijadikan oleh-oleh khas Desa Seliu," kata Kepala Desa Seliu dalam sambutannya.

Hari kedua Caroline selaku pelatih memberikan materi terkait dengan pengolahan purun menjadi kerajinan seperti sandal, tas, topi, dan lain sebagainya. Kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi Danau Purun sebagai sumber bahan baku untuk membuat kerajinan. 

Hari ketiga hingga hari ketujuh yaitu tanggal 10 September 2021 dilaksanakan praktik langsung terkait dengan pengolahan purun. Peserta dibagi ke beberapa kelompok, ada yang membuat sandal, tas, dan juga topi dari purun.

"Harapannya di kemudian hari kerajinan dari purun ini dapat dijual hingga keluar kota bahkan luar negeri untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Seliu," harap Caroline.(ril/*) 



MEDSOS WOWBABEL