Tidak Deal, Warga Tolak Tambang Dekat Kolong PDAM Terabek

Chairul Aprizal    •    Jumat, 10 September 2021 | 14:58 WIB
Travel
Aktivitas penambangan yang dilakukan di sekitar kawasan kolong tak jauh dari Perumda PDAM Bangka Barat.(`rul/wb)
Aktivitas penambangan yang dilakukan di sekitar kawasan kolong tak jauh dari Perumda PDAM Bangka Barat.(`rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Gara-gara tidak deal (sepakat—red) dan ingin nambang juga, sejumlah warga menolak aktivitas tambang timah di sekitar Kolong PDAM Terabek, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat.

Antoni, warga RT 07 Dusun Terabek, mengatakan sebagian warganya sudah menandatangani penolakan termasuk dirinya yang ikut menolak dan menyurati untuk audiensi di DPRD Provinsi Bangka Belitung melalui perwakilan anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung Dapil Bangka Barat, yakni  Arbiyanto yang kebetulan adalah warga Belo Laut.

"Yang nolak ini RT 06 dan 07 Dusun II,  Dusun Terabek Desa Belo Laut. Alasannya tidak sesuai perjanjian dari awal masuk ke sini ada kompensasi utuh untuk Terabek," kata Antoni, Kamis (09/09/2021).

Antoni menuturkan deal (kesepakatan—red) yang dijanjikan adalah kompensasi utuh, jalan menuju kebun diperbaiki, dan warga yang ingin ikut menambang diminta untuk tidak dipersulit.

"Aktivitas sudah hampir dua bulan, kami sudah ngirim surat ke DPRD Provinsi ke Komisi III melalui anggota DPRD Bangka Belitung, yakni  Arbiyanto yang memang masih orang kami,” tutur Antoni.

Antoni akui bahwa aktifitas tambang ponton darat yang dikerjakan CV Gunung Manik itu legal yang merupakan mitra PTTimah dan bekerja di dalam IUP. Namun warga ingin ikut bisa menambang, akan tetapi tidak diperbolehkan oleh pengelolah tambang.

Sementara itu Direktur Perumda Tirta Sejiran Setason Najammuddin menyebutkan aktivitas tambang tersebut tidak mengganggu kolong air baku miliknya karena jaraknya sekitar 100 meter.

"Oleh karena yang nambang disitu PT Timah ya mungkin IUP PT Timah. Itu legal ada plang PT Timah dan PT Timah sudah sempat ngobrol kan berkunjung ke kantor PDAM ketemu saya" ucap Najammuddin kepada wowbabel.

Najam menuturkan aktivitas penambangan  sempat berhenti lantaran sempat ada potensi pencemaran tapi setelah PT Timah duduk bersama menyatakan komitmen siap mengkordinir para penambang sesuai kaedahnya maka dilanjutkan kembali.

"Kalau sebenarnya tidak ada hubungan saya mengelola sumber air baku untuk pelayanan masyarakat khususnya daerah Belo, Terabek, dan Pemda Cabang Terabek dan PT Timah silahkan menambang tidak ada terganggu" katanya.

"Cuma karena kemaren sempat awal limbahnya dekat di kolong jadi dikhawatirkan potensi pencemaran tapi kayaknya itu sudah clear mudah-mudahan PT.Timah bisa memperhatikan dan saya juga memperhatikan sumber air baku" sambungnya.(rul/wb)





MEDSOS WOWBABEL