Bangka Belitung Habiskan 124.329 Dosis Vaksin

ADVERTORIAL    •    Kamis, 09 September 2021 | 11:52 WIB
Lokal
Wakil Gubernur  Bangka Belitung, Abdul Fatah.(ist)
Wakil Gubernur Bangka Belitung, Abdul Fatah.(ist)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com  - Wakil Gubernur Bangka Belitung, Abdul Fatah memimpin Rapat Analisis dan Evaluasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19. Dalam rapat mingguan tersebut membahas capaian dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan vaksinasi di tiap kabupaten dan kota sehingga dapat ditemukan solusinya.

"Tujuan rapat ini untuk mengevaluasi apabila terjadi kendala di lapangan yang ada di kabupaten dan kota se-Bangka Belitung serta belum terformulasinya data secara cepat dan tepat bagaimana capaian vaksinasi, ketersediaan vaksin," ujar Abdul Fatah saat membuka rapat di Sekretariat Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Ruang Belimbing, Kantor Gubernur Bangka Belitung, Rabu (8/9/2021).

Kepala Satgassus Vaksinasi Babel sekaligus Wakapolda Babel, Brigjen Pol Umardani dalam paparannya menyampaikan capaian vaksinasi dari tanggal 23 Agustus  hingga 7 September 2021 sebesar 124.329 dosis vaksin.

"Melihat data tersebut, kita harap segera terwujud herd immunity bagi masyarakat Babel. Oleh karenanya, kita harus lebih semangat lagi. Karena ini bukan kerja Polri, ini bukan kerja TNI, ini bulan kerja pemda, namun kerja keras kita semua," tegasnya.

Dengan dibentukknya Satgassus Vaksinasi per tanggal 23 Agustus 2021, dijelaskan jenderal bintang satu tersebut itu juga, terjadi kemajuan dalam hal peningkatakan vaksinasi kepada masyarakat sebanyak 24.700 dosis. 

"Jangan puas, upaya ini harus ditingkatkan lagi untuk mempercepat vaksinasi. Yang larinya belum kencang untuk dikencangkan dan massifkan koordinasi dengan stakeholder yang ada," jelasnya.

Dalam rapat tersebut juga disampaikan capaian Vaksinasi Kelompok Masyarakat per 6 September 2021, yaitu: 

SDM Kesehatan terdata dosis 1 (113,97%), dosis 2 (108,69%), dan dosis 3 (59,85%); 

Petugas Publik terdata dosis 1 (110,40%) dan dosis 2 (82,50%); 

Lansia terdata dosis 1 (32,07%) dan dosis 2 (25,06%); 

Remaja terdata dosis 1 (20,62%) dan dosis 2 (4,47%); dan 

Masyarakat Umum terdata dosis 1 (21,96%) dan dosis 2 (10,11%).

Wakapolda berharap Satgassus Vaksinasi dapat mengambil langkah extraordinary, jangan biasa-biasa saja. Seperti Lansia untuk diupayakan melakukan vaksinasi dengan menyambangi kediamannya ataupun menggunakan mobil vaksinasi keliling. Oleh karenanya, ia meminta kepada jajaran kabupaten/kota dan Polres untuk memberdayakan mobil dinasnya untuk dijadikan mobil vaksinasi keliling.

Dijelaskan juga perbandingan ketersediaan vaksin dan jumlah pemakaian, 

Vaksin Sinovac sejumlah 23.320 dosis, terpakai 23.273 dosis;

Vaksin Biofarma sejumlah 444.240 dosis, terpakai 412.530 dosis;

Vaksin Coronavac sejumlah 121.090 dosis, terpakai 20.050 dosis; 

Vaksin AZ (Covax) sejumlah 28.600 dosis, terpakai 25.630 dosis; 

Vaksin AZ (UK) sejumlah 9.600 dosis, terpakai 8.128 dosis; dan 

Vaksin Moderna sejumlah 86.240 dosis, terpakai 36.120 dosis.

"Saya minta percepatan penggunaan Vaksin Moderna, stok Vaksin Moderna saat ini masih 30% dari total sisa vaksin keseluruhan," ungkapnya.

Umardani pun menyinggung keterbatasan jumlah Aplikasi P-Care di daerah, sehingga menghambat kegiatan laporan. Oleh karenanya, ia berharap unsur pelaksana Satgassus Vaksinasi melaporkan kegiatan vaksinasinya dengan data yang akurat dan tidak berbeda-beda (satu pintu).

"Niat kita semua melakukan ini agar Babel terbebas dari pandemi, sehingga masyarakat dapat beraktifitas seperti semula," pungkasnya.

Setelah melihat laporan tersebut, Abdul Fatah menyampaikan adanya progres positif saat membandingkan capaian vaksinasi sebelum dan sesudah pembentukan satgas.

"Rapat Evaluasi Tim Satgassus Vaksinasi pada hari ini akan kami tularkan pula kepada satgassus yang lain, sehingga dapat bergerak seirama dengan Satgassus Vaksinasi," jelasnya.

Abdul Fatah dalam rapat tersebut menyoroti terkait kendala data vaksinasi yang masih kurang update. Data vaksinasi harus segera dicatat dan dilaporkan pada Sistem Monitoring Imunisasi dan Logistik Elektronik (SMILE), agar mendapat data secara real time.

"Hal ini yang kita harus kita evaluasi, sehingga pemerintah pusat tidak mengira capaian vaksinasi kita masih rendah," tutupnya.(adv/*)




MEDSOS WOWBABEL