Vaksinasi Bagi Pelajar di Kabupaten Bangka Baru Capai 75,57 Persen

Dwi H Putra    •    Rabu, 08 September 2021 | 11:14 WIB
Lokal
Caption: Vaksinasi pelajar. (IST/net)
Caption: Vaksinasi pelajar. (IST/net)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mendata realisasi vaksinasi bagi pelajar SMA sederajat di daerah itu baru mencapai 75,57 persen atau 6.044 pelajar dari total sasaran sebanyak 8.215 pelajar.

"Berdasarkan data yang kami terima hingga Selasa sore, realisasi vaksinasi pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat mencapai 75,57 persen tersebar di  wilayah kecamatan," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra di Sungailiat, Rabu (8/9/2021). 

"Sedangkan untuk pelayanan vaksinasi pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat baru terlaksana sebanyak 22,11 persen atau 1.252 siswa dari total sasaran vaksin mencapai 5.663 siswa," ujarnya. 

Pihaknya berharap layanan vaksinasi kepada pelajar baik tingkat SMP dan SMA sederajat secepatnya dapat terealisasi seluruhnya guna persiapan belajar tatap muka. 

Menurutnya, dari ribuan pelajar SMP dan SMA yang mendapatkan layanan vaksin didapati sebanyak 20 orang siswa yang dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil uji antigen.

"Pelajar yang dinyatakan positif Covid-19 saat ini sudah mendapat perawatan kesehatan dari tim kesehatan, baik di rumah sakit maupun di balai isolasi yang disediakan pemerintah daerah," jelas Boy Yandra. 

"Jenis vaksin yang digunakan untuk pelajar merupakan vaksin Sinovac dengan pertimbangan ketersediaan vaksin dan alasan tertentu," paparnya. 

Ditambahkannya, pemberian vaksin bagi pelajar SMP dan SMA masih terus dilakukan dengan disesuaikan stok vaksin yang tersedia mengingat pasokan vaksin dikirim langsung dari pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi.

"Kami ingatkan bagi seluruh pelajar baik yang sudah menerima vaksin atau belum, termasuk masyarakat umum lainnya agar tetap disiplin menerapkan prokes mengingat sebaran kasus harian masih ditemukan hingga saat ini," pungkas Boy Yandra. (dwi/wb)



MEDSOS WOWBABEL