PT MCM Janji 4 Tahun Lagi Tidak Menambang di Lahan Geopark Belitung

Tim_Wow    •    Selasa, 07 September 2021 | 15:30 WIB
Lokal
Caption: Wakil Gubernur Bangka Belitung Abdul Fatah Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Penyelesaian Lahan Geosite Open Pit Namsalu Desa Senyubuk Kecamatan Kelapa Kampit, Belitung Timur secara virtual di Ruang Rapat Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Senin (6/9/2021). (IST)
Caption: Wakil Gubernur Bangka Belitung Abdul Fatah Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Penyelesaian Lahan Geosite Open Pit Namsalu Desa Senyubuk Kecamatan Kelapa Kampit, Belitung Timur secara virtual di Ruang Rapat Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Senin (6/9/2021). (IST)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com --  PT Menara Cipta Mulia (MCM) pemegang izin usaha penambangan (IUP) timah di lahan Open Pit Namsalu Desa Sibunyuk melepaskan enam hektar  lahan untuk dikelola Belitong Unesco Global Geopark (UGGp). PT MCM juga berjanji masa empat tahun kedepan tidak akan lagi melakukan eksploitasi di Site Namsalu yang masuk dalam warisan taman dunia itu.

Usulan PT MCM disampaikan kepada Belitong Unesco Global Geopark (UGGp) dalam Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Penyelesaian Lahan Geosite Open Pit Namsalu Desa Senyubuk Kecamatan Kelapa Kampit, Belitung Timur secara virtual di Ruang Rapat Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Senin (6/9/2021).

Rapat koordinasi yang dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Odo RM Manuhutu itu sebagai tindak lanjut setelah pihak Belitong Unesco Global Geopark (UGGp) menolak opsi yang diajukan pihak PT MCM. 

“Sejauh ini, fasilitasi yang kami lakukan masih belum mencapai kesepakatan antara kedua belah pihak, sehingga perlu untuk dikomunikasikan dengan pihak kementerian,” kata Abdul Fatah Wakil Gubernur Babel.

Masalah yang menjadi kekhawatiran utama pihak Belitong UGGp  jika terjadi aktivitas penambangan di bawah area Namsalu akan mengganggu aktivitas di atas area tersebut. Oleh karena itu, dirinya menyetujui jika dibuat sebuah mekanisme secara rinci dengan menyebutkan kegiatan penambangan yang tidak akan mengganggu aktivitas UGG. 

Mekanisme yang disiapkan kata Fatah, akses menuju Open Pit Namsalu harus jelas, teknis pengelolaan penambangan, dan rencana kerja pihak MCM empat tahun ke depan, termasuk di dalamnya akses penyangga.

Sedangkan Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Odo RM Manuhutu, memberi ruang bagi pemangku kepentingan serta tim untuk menyampaikan saran sebagai solusi kesepakatan antara PT MCM dan Belitong UGGp, serta proses penambangan agar dapat berjalan beriringan dengan geopark.

Sebelumnya perwakilan dari PT MCM, Albani mengatakan, pihaknya akan memberikan lahan Open Pit seluas enam hektar kepada geopark untuk dikelola dengan komitmen bahwa dalam rencana empat tahun ke depan, pihaknya tidak akan mengganggu Site Namsalu.

“Kami berkomitmen bahwa hal ini tidak akan mengganggu hubungan Belitong UGGp dengan UNESCO, akan tetapi kami akan bekerja sama dengan Geopark Belitong dalam menjaga dengan merapikan akses jalan serta lainnya,” ucapnya.

Ono Manuhutu menambahkan, kesepakatan sementara dari rapat ini adalah pembentukan tim kecil dari 100 persen unsur pemerintah dari lembaga terkait. Adapun tujuannya untuk membahas secara teknis dan membuat kajian yang akan melahirkan sebuah rekomendasi dengan tenggat waktu dua minggu. 

Hasil rekomendasi kemudian akan disampaikan pada rapat berikutnya. Ia mengatakan, permasalahan ini tidak dapat dilakukan secara terburu-buru tapi juga tak boleh berlarut-larut. Dia juga meminta PT MCM menyampaikan rencana kerja tambang atas lahan yang sedang dibicarakan secara lebih rinci pada pertemuan berikutnya. Begitu pula dengan jajaran geopark Belitong agar dapat menjelaskan apa saja kegiatan dan aktivitas di dalam geosite Pit Nam Salu.(wb)



MEDSOS WOWBABEL