Penambangan Jangan Rusak Site Unggulan Belitong Geopark yang Dipantau Unesco

Tim_Wow    •    Selasa, 07 September 2021 | 15:33 WIB
Lokal
Salah satu lokasi geopark. (IST)
Salah satu lokasi geopark. (IST)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Aktifitas penambangan oleh PT Menara Cipta Mulia (MCM) sebagai pemegang izin usaha penambangan (IUP) timah di lahan Open Pit Namsalu Desa Sibunyuk, Belitung Timur jangan samapai mengganggu sejumlah site yang masuk dalam Belitong Unesco Global Geopark (UGGp). Untuk itulah perlu diatur agar akses ke kawasan yang masih ditambang tidak menganggug sejumlah site taman bumi dunia itu.

Demikian disampaikan Mega Fatimah Rosana ahli dari Universitas Padjajaran Bandung saat Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Penyelesaian Lahan Geosite Open Pit Namsalu Desa Senyubuk Kecamatan Kelapa Kampit, Belitung Timur secara virtual, Senin (6/9/2021).

Mega Fatimah memberikan masukan, bahwa permasalahan antara PT MCM dengan pengelola Gepark Belitong  tidak akan bermasalah di UNESCO selama legal dan sesuai aturan pemerintah. Hanya saja, ia mengharapkan adanya koordinasi dan kerja sama yang jelas dari MCM dan Geopark Belitong.

“Kerjasama yang jelas agar kegiatan penambangan tidak mengganggu site-site unggulan geopark. Salah satunya dengan membedakan akses jalan antara aktivitas penambangan dengan jam-jam pengunjung,” kata Mega Fatimah.

Open Pit Namsalu merupakan lahan bekas pertambangan yang pernah dikelola hingga 4 level, dan saat ini telah ditetapkan menjadi salah satu geosite di Belitong UGGp yang memiliki warisan geologi jejak tambang mineral timah terbesar di Asia Tenggara. Namun, pada kawasan ini terdapat izin usaha penambangan PT PCM yang aktif dengan terbitnya izin IPPKH.

Sebagai pemeganag izin penamabangan, PT MCM melakukan kegiatan penambangan di atas lahan konsesi yang masak dalam Geopark Belitong. Aktifitas penambangan ini menimbulkan kekhawatiran pihak pengelola akan merusak kawasan taman bumi dunia yangs udah ditetapkan oleh UNESCO baru-baru ini.

Selain itu, pembahasan isu Open Pit Namsalu telah dilakukan oleh Tim Teknis antar K/L yang dipimpin oleh Pusat Survei Geologi dan Dit. Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM, yang dibentuk dalam rapat teknis tanggal 16 Agustus 2021, menindaklanjuti koordinasi dengan pihak terkait dan menyampaikan langkah-langkah penyelesaian final yang komprehensif antara Geopark Belitong dengan PT MCM.

“PT MCM bersedia merelakan area seluas 6 hektar pada zonasi-zona inti dari Open Pit Namsalu dan 0,8 hektar dari stove di sebelah utara untuk dijadikan objek geosite di kawasan tersebut. Kami belum mendapat rencana detail atau gambaran rinci dari rencana kawasan pertambangan dari PT MCM,” ujar anggota tim tekhnis Asep Purnama dalam laporannya.

Pihaknya mengharapkan adanya zona penyangga di lahan tersebut. Jika ada upaya pembangunan atau aktifitas apapun untuk dibicarakan terlebih dahulu dengan pihak Geopark Belitong. 

Sedangkan perwakilan dari Kemenko Maritim dan Investasi, mengatakan, kesepakatan yang dapat dilakukan adalah menyelamatkan keduanya, yakni usaha penambangan dan juga kegiatan geopark. 

"Kegiatan geopark seperti yang kita tahu merupakan sesuatu yang harus di kawal karena merupakan bagian dari komitmen internasional kita, karena Geosite Nam Salu ini akan terus dimonitor oleh pihak UNESCO. Setiap saat orang-orang dari UNESCO bisa datang dan memantau perkembangan geopark Belitong ini. Sehingga, kita akan mencari titik temu sebaik-baiknya tanpa merugikan pihak mana pun," kata Ono Manuhutu  dari Kemenko Maritim dan Investasi. (wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE