Harga Timah Terus Turun Saat Logam Lainnya Naik

Tim_Wow    •    Senin, 06 September 2021 | 11:35 WIB
Ekonomi
Ilustrasi. (net)
Ilustrasi. (net)

PANGKALPINANG, wowbabel.com -- Harga logam dasar di pasar London maupun  Shanghai naik secara menyeluruh pada Senin (6/9/2021) pagi. Kenaikan harga logam didorong oleh melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) menjelang akhir pekan. 

Sementara itu, harga logam timah  sebaliknya terus turun dalam sepekan. Pada penutupan pasar Jumat petang harga timah turun menjadi US$ 33.050 per metrik ton dari harga sebelumnya US$ 33.453 per metrik ton.

 Harga logam  di London Metal Exchange (LME) sebagian besar naik, embaga naik 0,74%, aluminium naik 1,17%, seng naik 0,25%, dan timbal turun 0,09%.

Di pasar Shanghai Futures Exchange (SHFE) semuanya melaju lebih tinggi dalam perdagangan Senin pagi. Tembaga naik 0,36%, aluminium naik 0,87%, timbal naik tipis 0,17%, seng menang 0,65%, dan nikel naik 1,53%.

"Timah SHFE sedikit rebound setelah pembukaan sesi malam Jumat lalu. Produksi timah stabil dan impor diharapkan terbuka. Harga timah yang lebih rendah dapat menarik pembeli hilir. Kontrak timah SHFE yang paling banyak diperdagangkan diperkirakan akan menemui resistance di 248.500 yuan per metrik ton dan menemukan support di 245.000 yuan per metrik ton pada hari Senin," kata analis pasar Shanghai Metal Market (SMM).

Harga timah mencapai rekor harga tertinggi sepanjang masa (all time high) pada 11 Agustus 2021 di US$ 35.720/ton. Rekor ini tercapai karena pasokan timah di gudang LME terus menurun dan hambatan produksi jadi faktor pemicunya. 

Memasuki pekan ketiga Agustus, harga timah mulai turun bahkan mengalami kontraksi paling parah hingga di level US$ 30.000 per metrikton sebelum bergerak ke level US$ 33.000 per metrik ton.

Analis  pasar logam mengatakan grafik untuk tembaga dan timah terlihat paling rusak oleh aksi jual minggu lalu. Sementara logam lainnya tampaknya secara umum berkonsolidasi, dengan aluminium terus terlihat kuat. (wb)



MEDSOS WOWBABEL