Perbanyak Dosen Bergelar Doktor, Jadi Langkah UBB Bentuk Program Master

ADVERTORIAL    •    Kamis, 02 September 2021 | 08:56 WIB
Lokal
Caption: Acara seremonial penyambutan Doktor dan pelepasan calon Doktor ini digelar di Ruang Balai Besar Peradaban, Gedung Rektorat, Selasa (31/08/2021).(IST)
Caption: Acara seremonial penyambutan Doktor dan pelepasan calon Doktor ini digelar di Ruang Balai Besar Peradaban, Gedung Rektorat, Selasa (31/08/2021).(IST)

MERAWANG, www.wowbabel.com -- Sebanyak sembilan Dosen di lingkungan Universitas Bangka Belitung (UBB) yang telah menuntaskan program doktoral di tahun 2021, serta ada 13 dosen yang tahun ini akan melanjutkan studi S-3/Program Doktoral, yang secara resmi disambut dan dilepas oleh Rektor UBB, Dr. Ibrahim, M.Si di tahun 2021 ini.

Acara seremonial penyambutan Doktor dan pelepasan calon Doktor ini digelar di Ruang Balai Besar Peradaban, Gedung Rektorat, Selasa (31/08/2021). Kegiatan ini turut dihadiri oleh para pimpinan UBB, Kepala Biro, Lembaga dan UPT, serta para Dekan di lingkungan UBB.

Rektor UBB, Ibrahim menyebutkan, pihaknya akan mendorong dan berupaya semaksimal mungkin untuk membuat para dosen di UBB melanjutkan studi ke level S-3. Sebab, menurut Beliau akan ada multiple effect ketika para dosen UBB sudah banyak yang berhasil menyadang gelar Doktor.

“Dengan banyaknya dosen yang sudah bergelar Doktor, itu akan mempermudah prodi dalam proses pendirian program master atau S-2. Dan saat ini, kami segenap pimpinan UBB betul-betul sedang menyeriusi realisasi program S-2 ini, mengingat sudah selama 14 tahun UBB berdiri hanya dengan program studi S-1,” ungkap Ibrahim.

Selain itu, Ibrahim mengungkapkan jika gelar Doktor yang disandang oleh para dosen akan menjadi perhitungan penting bagi Dikti saat menilai dan memberi peringkat perguruan tinggi. Ia menerangkan efek atau implikasi lebih lanjut setelah dosen sudah banyak bergelar Doktor dan berhasil mendirikan Program Studi S-2 di UBB, adalah meningkatnya kuantitas publikasi kampus secara drastis.

“Jika sudah ada mahasiswa S-2, saya yakin akan banyak dosen yang  bekerja sama dengan mereka dalam menulis dan mempublikasi tulisan. Kalau dengan mahasiswa S-1 kan kadangkala kita sebagai dosen masih berat untuk mau berkolaborasi dan mencantumkan nama meski hanya sebagai penulis kedua, mengingat gaya tulisan level mereka yang masih deskriptif dan/atau tingkat analisisnya juga masih belum terlalu tajam,” ujar Ibrahim.

Di akhir sambutannya, Ibrahim mengingatkan agar para dosen yang sudah kembali dengan menyandang gelar Doktor, segera merumuskan langkah-langkah strategis untuk menaikan jabatan fungsional. Sementara bagi yang tahun ini akan melanjutkan studi S-3, harapan Ibrahim agar bisa betul-betul fokus studi dan gas pol sejak awal. (rill/wb)



MEDSOS WOWBABEL