Selama Agustus, Erzaldi Telah Resmikan Tiga Masjid dan Tujuh Lembaga Pendidikan Agama Islam

ADVERTORIAL    •    Jumat, 27 Agustus 2021 | 12:49 WIB
Lokal
Caption: peletakan batu pertama pembangunan Masjid Pondok Pesantren Daar El-Ihsaan (Trendi), Desa Petaling Kabupaten Bangka, Kamis (26/08/2021). (IST)
Caption: peletakan batu pertama pembangunan Masjid Pondok Pesantren Daar El-Ihsaan (Trendi), Desa Petaling Kabupaten Bangka, Kamis (26/08/2021). (IST)

MENDOBARAT, www.wowbabel.com -- Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman selama bulan Agustus 2021 meresmikan tiga masjid, empat Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT), dan tiga Pesantren sedang dalam proses pembangunan, serta satu pesantren yang telah diresmikan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman.

Hal ini diceritakannya pada kesempatan pelaksanaan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Pondok Pesantren Daar El-Ihsaan (Trendi), Desa Petaling Kabupaten Bangka, Kamis (26/08/2021). 

"Pesantren ini jangan gilak beguyur ngawe e," ungkap Gubernur yang kerap akrab dipanggil Bang ER. 

Gubernur mengajak seluruh masyarakat Babel berjuang bersama membangun masjid ini, menurutnya semangat mendirikan fasilitas keagaamaan di Babel tidak hanya datang dari warga Desa Petaling, namun berkat semangat seluruh semua umat islam di Babel. 

Bersyukur atas peletakan batu pertama hari ini, Gubernur Erzaldi juga memberi motivasi, gambaran dan wawasan bagi semua pihak khususnya pendidik agama. Ilmu agama akan menjadi sebuah kebutuhan. Apapun yang dilakukan, akan maju, bagus dan berkembang karena bekal ilmu agama.

"Apapun ilmu kita dalam menjalani kehidupan ini tanpa didasari ilmu agama, kita tidak akan maju," tegasnya. 

Hal ini disampaikannya terkhusus untuk ustadz-ustadz yang menjadi tenaga pendidik di Trendi, ia berpesan agar meningkatkan kualitasnya agar menghasilkan lulusan yang berkompeten.

"Jadi jangan hanya sekedar mengajar, namun harus lebih meningkatkan kualitas ajarannya. Jangan hanya ilmu agama," tegasnya lagi. 

Sehingga, para santri lulusan pesantren ini dapat menjadi orang-orang yang siap menghadapi tantangan kedepan selain dibidang agama, bisa dibidang ekonomi atau dibidang lainnya. 

"Saya minta tolong, jangan sampai cita-cita para santri hanya menjadi penceramah. Namun bisa menjadi ustadz ahli ekonomi, ustadz ahli tehnik, ustadz ahli pertanian, jadi kita tidak dibodoh-bodohi terus," ungkapnya. 

Ia mencontohkan kisah Rasulullah SAW yang merupakan ahli perdagangan, dan hasil dari dagangannya untuk disedekahkan lagi untuk perjuangan agama. 

"Jika hanya pelajaran agama, ini sudah menjadi hal melekat," ungkapnya memotivasi. (adv/*)



MEDSOS WOWBABEL