Dunia Berlomba-lomba Tandingi Logam Tanah Jarang Cina

Tim_Wow    •    Jumat, 27 Agustus 2021 | 09:30 WIB
Ekonomi
Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

LONDON, www.wowbabel.com -- Logam tanah jarang atau rare earth menjadi incaran dunia. Sejumlah negara di Eropa dan Amerika berlomba menguasai logam untuk kebutuhan teknologi masa depan ini.

Selama ini negara maju sangat tergantung terhadap pasokan tanah jarang dari Cina yang menguasai 90 persen pasar dunia. Karena itulah belum ada negara yang bisa menandingi indusrri logam tanah jarang (LTJ) dari Cina.  

“Mereka sulit untuk melepaskan ketergantungan pada magnet tanah jarang Cina, terutama produk tingkat menengah. Beberapa upaya pemerintah beberapa engara untuk mengganti produsen magnet China dengan yang dalam negeri,” kata para ahli kepada Mining.com.

Para ahli dan sumber industri  mengutip beberapa keunggulan magnet buatan China mulai dari tenaga kerja murah dan berbagai produk yang luas, hingga teknologi.  

Komentar mereka muncul setelah beberapa negara dan partai politik dilaporkan mengambil tindakan untuk mendukung industri magnet tanah jarang lokal mereka, sebuah langkah yang dibaca oleh media luar negeri sebagai upaya untuk bersaing dengan produk tanah jarang Cina.

Menurut laporan Reuters  awal pekan ini, Uni Eropa (UE) sedang mengerjakan proposal untuk memulai produksi lokal dari magnet khusus yang digunakan dalam pembuatan mobil listrik. Ini akan dilakukan dengan menawarkan dukungan kepada produsen lokal, dengan langkah-langkah termasuk pembiayaan murah dan kompensasi untuk biaya bahan baku yang lebih tinggi.

Langkah UE mirip dengan RUU DPR AS yang diajukan dalam beberapa hari terakhir. Undang-undang tersebut memberikan kredit pajak sebesar US$20 per kilogram magnet tanah jarang yang diproduksi di AS.

Beberapa negara di luar negeri bergerak untuk mengurangi ketergantungan pada produk magnet China, yang saat ini mendominasi pasokan global.

Cina adalah sumber magnet tanah jarang terbesar di UE, meskipun Jepang juga mengekspor magnet tersebut ke UE. Saat ini, lebih dari 90 persen magnet permanen tanah jarang di dunia diproduksi di Cina. 

Jepang berencana untuk meningkatkan peraturan tentang investasi asing di perusahaan domestik yang terlibat dalam pengembangan tanah jarang dan sumber daya langka lainnya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk mencegah kebocoran teknologi kunci keamanan nasional ke luar negeri.

Tanah jarang dapat ditemukan dalam berbagai produk berteknologi tinggi. Perusahaan Jepang memiliki teknologi canggih di bidang terkait.

Pemerintah telah memutuskan untuk mewajibkan perusahaan-perusahaan ini untuk menyerahkan pemberitahuan terlebih dahulu sebelum menerima dana dari bisnis asing.

Kemudian Sultan Nazrin Muizzuddin Shah (OK) dari Perak negara bagian di Malaysia mulai melakukan ekstraksi unsur tanah jarang non-radioaktif (NR-REE)  sebagai salah satu sumber pendapatan baru yang menjadi fokus pemerintah negara bagian.

Sultan Perak mengingatkan bahwa faktor kesehatan, keselamatan, dan lingkungan, termasuk manfaat jangka panjang bagi negara dan rakyatnya, harus diprioritaskan dan tidak dapat dikompromikan. (wb)



MEDSOS WOWBABEL