Menambang di Perairan Bakit, PT LSM Mampu Menghasilkan Rp 5 M Setiap Hari

Chairul Aprizal    •    Minggu, 22 Agustus 2021 | 21:23 WIB
Lokal
Akrivitas penambangan di perairan Selat Bangka.(ist)
Akrivitas penambangan di perairan Selat Bangka.(ist)

PARITTIGA,www.wowbabel.com --

Humas PT Lautan Sarana Mandiri (LSM) Bahtiar SH menyampaikan aktivitas penambangan di Perairan Teluk Kelabat Dalam tepatnya Pantai Tanjung Ru Desa Bakit, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, dapat menghasilkan rata-rata Rp 5 miliaran perharinya.

"Untuk IUP operasional sampai tahun 2022, tahun 2021 ini kita sudah urus perpanjangan IUP-nya," ungkap Bahtiar kepada wowbabel, Minggu (22/08/2021).

Bahtiar memastikan aktivitas penambangan yang dilakukannya adalah legal dan ditandai ponton yang towernya terdapat bendera warna merah dan warna putih bertuliskan PT LSM, diluar itu bukan termasuk aktivitas penambangan dari PT LSM.

"Kalau tidak ada bendera bukan punya kita, kurang lebih 100 merah, dan 100 putihlah. Yang ada IUP itu kami bentangkan titik koordinat dengan bendera dan drum," kata Bahtiar.

Bahtiar menyebutkan di dalam SK IUP yang dipegangnya ditandai juga dengan titik koordinat terbentang drum dengan bendera sebanyak 4 titik.

"Kalau rata-rata antara dua sampai tiga ton sehari, keseluruhan kita kan tergantung cuaca, yang penting PT LSM ini telah kontribusinya kalau bendera merah itu untuk daerah Belinyu dan sekitarnya, kalau bendera putih untuk daerah Bakit dan sekitarnya," terang Bahtiar.

Dikatakan Bahtiar hingga hari ini terhitung sekitar dua bulan beroperasi di Desa Bakit untuk bantuan kepada masyarakat sudah mencapai Rp 800 jutaan bentuknya dana tunai diberikan kepada BPD untuk BLT sebanyak 500 KK.

"Kalau untuk Masjid Baitul Muttaqin kita sudah bantu kurang lebih enam ratus tujuh puluhan juta, kurang lebih selama dua bulan ini Rp 1,4 miliar  lah masyakarat sama masjid, " kata Bahtiar.

"Dengan harga sekarang kita beli basah seratus delapan puluh ribu, putaran duit itu kurang lebih sampai lima miliar lah perhari itu rata-rata lah" tandasnya.

Bahtiar menuturkan masa berlaku IUP mereka sampai tahun 2022 tapi saat ini sudah mengajukan perpanjangan izin kepada pihak terkait untuk tetap bisa menambang di lokasi tersebut. Namun dalam Perda RZWP3K kawasan tersebut adalah kawasan Zero Tambang.(rul/wb) 



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE