Momentum Hari Kemerdekaan Harus Dibarengi Afirmasi Komitmen Pembebasan Limbah Masker di Laut

Jurnalis_Warga    •    Rabu, 18 Agustus 2021 | 18:04 WIB
Opini
Ricky Kuswanda (Mahasiswa Universitas Bangka Belitung, Prodi Ilmu Politik).(ist)
Ricky Kuswanda (Mahasiswa Universitas Bangka Belitung, Prodi Ilmu Politik).(ist)


Oleh: Ricky Kuswanda (Mahasiswa Universitas Bangka Belitung, Prodi Ilmu Politik)


Dua tahun memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia, gejala pandemi Covid-19 dan implikasinya terhadap dimensi sosial budaya, ekonomi dan kesehatan adalah topik problematis, juga intensif yang masih diperdebatkan di berbagai medium. Di tengah eskalasi kasus Covid-19 yang membentuk momok bagi masyarakat,  pada Hari Kemerdekaan kali ini turut dihujani dengan harapan dan semangat, yang mana mampu membangkitkan stimulus mengatasi masalah pandemi Covid-19, yaitu melalui upaya meminimalisir potensi terpapar virus tersebut dengan cara mematuhi protokol kesehatan, salah satunya pemakaian masker sebagai syarat wajib dan esensial untuk menghindari paparan Covid-19 dalam kehidupan sehari-hari.

Namun mengasumsikan Hari Kemerdekaan Indonesia dapat diisi melalui semangat mengatasi masalah pandemi Covid-19 dengan pemakaian masker, ternyata berisi paradoks yang hampir luput dari perhatian, bahwa perilaku masyarakat  yang membudayakan pengenaan masker sekali pakai yang berujung menjadi limbah dapat mempercepat krisis iklim, polusi air dan berisiko terhadap ekosistem laut, serta sistem kesehatan manusia. Artinya kita mengatasi masalah pandemi Covid-19 sambil memantik permasalahan baru pada dimensi kehidupan yang lain melalui limbah masker.

Problematika konsumsi masker dewasa ini menimbulkan dilema bagi beberapa kalangan. Di samping mampu menghindari penularan Covid-19, masker berperan ganda sebagai penyuplai limbah selama pandemii ni, khususnya di kawasan perairan karena volume dan kandungannya berepresentasi sebagai gelombang polusi plastik terbaru.

Kontraindikasi Masker dari Manfaat Berujung Ancamn Terhadap Kehidupan

Multiplikasi masker medis selama periode pandemi Covid-19 diproduksi secara signifikan sebagai langkah menghindari penularan. Masker medis atau masker sekali pakai yang diproduksi untuk tujuan praktis, bersama fungsinya mampu menyaring bakteri dan meloloskan udara. Bagi kebanyakan orang, masker medis disinyalir lebih efektif jika dibandingkan masker kain atau masker alternatif lainnya. 

Kendati efektif meminimalisir potensi penularan Covid-19, limbah masker yang tidak terkelola akan menyebabkan polusi air dan mengganggu ekosistem sungai dan laut.  Sebut saja potret limbah masker tidak terurai yang tampak seperti kawanan ubur-ubur di Laut Mediterania, atau penampilan Muara Sungai Marunda dan Cilincing yang menujuTeluk Jakarta pada periode pandemi menjadi saksi nyata bahwa masker dan alat medis lainnya telah menyebabkan polusi air. Hal itu dapat terjadi akibat proses degradasi limbah plastik yang mengalihkan bentuk partikel mikroplastik ke partikel nanoplastik, yang memungkinkan penyerapan mikro organisme patogen, bahan berbahaya untuk kemudian pelepasan zat-zat adiktif. 



MEDSOS WOWBABEL