Harga Timah Turun Imbas Covid yang Tak Terkendali

Tim_Wow    •    Kamis, 05 Agustus 2021 | 11:53 WIB
Ekonomi
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

SHANGHAI,www.wowbabel.com -- Pasar logam dasar di  Shanghai Futures Exchange (SHFE) Rabu (4/8/2021) ditutup dengan kerugian besar pelaku pasar. Kasus Covid-19 dibeberapa provinsi di China yan belum terkendali menyebabkan harga logam termasuk timah terpukul.

Tembaga turun tipis 1,11%, aluminium turun 0,3%, seng turun 1,28%, nikel naik 0,87%, dan timah menyusut 1,06%. Timah yang paling banyak diperdagangkan ditutup turun pada 229.580 yuan/mt, dengan open interest turun 1.149 lot.

“Dari sisi fundamental, smelter dan perusahaan pengolahan hilir timah sama-sama dibatasi oleh harga tinggi dan  menciptakan keseimbangan dinamis. Penurunan produksi  yang mendukung harga tinggi baru-baru ini,” kata analis  Shanghai Metal Market (SMM) dikutip dari metalmarket.com, Rabu.

Tidak saja di Pasar Shanghai, harga timah dan beberapa logam lainnya juga ikut turun di pasar London Metal Exchange (LME). Timah pada Rabu gagal menembus rekor tertinggi US$35.000 per ton. Justru harga timah ditutup turun 0.69% menjadi US$34.698.000 per ton.

Dari Indonesia, harga timah yang diperdagangkan di BKDI terpantau menunjukkan tren kenaikan harga  sepanjang tahun 2021. Harga timah berada di kisaran US$21.000 di awal tahun terus menanjak hingga menembus level di atas US$35,000 pada penutupan semester 1 tahun 2021.

Dari sisi volume, ekspor timah yang dilakukan melalui BKDI juga menunjukkan kinerja yang positif. Total volume ekspor semester I tahun ini mencapai 12.866,93 metrik ton, meningkat 202% dibandingkan semester II tahun lalu.

Meningkatnya permintaan timah di tengah isu ketatnya pasokan akibat pandemi Covid-19 yang kembali merebak di berbagai negara produsen timah utama, terutama Asia, masih menjadi katalis utama yang mendorong harga timah. 

Selama ini Indonesia yang merupakan produsen timah terbesar kedua dunia tidak mengalami kendala akibat pandemi Covid-19, namun PT Timah Tbk sebagai produsen timah terbesar di Indonesia menyatakan akan menjaga kestabilan produksi tahun ini di kisaran 31 ribu hingga 34 ribu ton. 

Sementara itu, perusahaan kendaraan listrik China Xpeng Motors pada 31 Juli secara resmi mengumumkan peluncuran pabriknya di Zona Pengembangan Ekonomi dan Teknologi Wuhan, dengan proyeksi kapasitas produksi 100.000 kendaraan per tahun. Kabar tersebut juga menjadi katalis positif bagi harga timah, karena komoditas timah banyak digunakan dalam industri solder dan juga baterai. (*)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE