Harga Komoditas Timah dan CPO Sebabkan Ekonomi Babel Tumbuh 6,85 Persen

Tim_Wow    •    Kamis, 05 Agustus 2021 | 17:44 WIB
Ekonomi
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung triwulan II-2021 tumbuh 6,85% dibandingkan triwulan II-2020 (y-on-y) yang terkontraksi sebesar 4,95 persen. Pada triwulan II ini terjadi kenaikan harga sejumlah komuditas ekspor utama Bangka Belitung seperti timah, CPO, dan haisl perkebunan lainnya. 

Perekonomian Babel triwulan II ini juga lebih baik dibandingkan dengan triwulan I 2021 yakni tumbuh sebesar 3,31 persen (q-to-q). Pada triwulan I (Januari-Maret) 2021, pertumbuhan ekonomi Babel hanya 0,97 persen.

“Dari sisi produksi, pertumbuhan terjadi hampir pada seluruh lapangan usaha kecuali Lapangan Usaha Jasa Keuangan dan Asuransi yang justru terkontraksi. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dialami oleh komponen pengeluaran konsumsi pemerintah,” kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dwi Retno Wilujen Wahyu Utami dalam keterangan resminya, Kamis (5/8/2021).

Menurut BPS, perekonomian Bangka Belitung triwulan II-2021 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp21,19 triliun dan PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 mencapai Rp13,73 triliun. 

Perekonomian Provinsi Babel di triwulan II tahun 2021 lebih baik dibandingkan dengan ekonomi Pulau Sumatera yang tumbuh  5,27 persen dibandingkan triwulan II-2020 (y-on-y).

Beberapa catatan BPS yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi pada tirwulan II tahun 2021, diantaranya perekonomian global mulai mengalami pemulihan setelah terjadi penurunan tajam mulai triwulan II-2020 sebagai dampak dari pandemi Covid-19.  

Pada triwulan II-2021 terjadi peningkatan output global yang tinggi dan harga komoditas internasional terus mengalami peningkatan terutama timah, dan CPO.

Di Provinsi Babel  kenaikan harga pada komoditas pertanian utama seperti lada, kelapa sawit, dan karet ikut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Terlebih-lebih lagi komoditas pertambangan (bijih timah) pada triwulan II-2021. (*)



MEDSOS WOWBABEL