Gara-gara Diminta Isoman, Youtuber Ngerapek Mentok Merasa Kecewa

Chairul Aprizal    •    Selasa, 03 Agustus 2021 | 21:53 WIB
Lokal
warga terpaksa menjalani swab  antigen lantaran ikut menghadiri acara pesta pernikahan di Kampung Tanjung Laut Kecamaatan Muntok, Bangka Barat.(ist)
warga terpaksa menjalani swab antigen lantaran ikut menghadiri acara pesta pernikahan di Kampung Tanjung Laut Kecamaatan Muntok, Bangka Barat.(ist)

MUNTOK,www.wowbabel.com --Salah seorang kreator lokal asal Bangka Barat mengaku kecewa dengan Tim Satgas Covid-19 Bangka Barat lantaran mengisolasi mereka yang belum jelas status terkonfirmasinya sehingga menimbulkan fitnah.

"Kami dari Konten Kreator Youtube Ngerapek Mentok kecewa sebab yang kontak itu banyak tapi tidak semua yang diswab dengan isolasi," kata Yoga, Selasa, (03/08/2021).

Yoga menjelaskan ada sebagian masyarakat terpaksa dicolok hidungnya (swab) dan diisolasi mandiri (isoman) lantaran ikut menghadiri acara pernikahan, padahal status masih PPKM Level 4 dan ada sebagian lagi masyarakat yang hadir masih bebas berkeliaran.

"Sama lah ngerapek (omong kosong-red) kalau seperti itu, yang beritahunya tebang pilih tidak adil. Acaranya (nikahan-red) hari Jumat jam 9 kami kesitu (Kampung Tanjung Laut-red) rencana sampai jam 2 siang tapi pas jam 11 siang mereka nyatakan selesai acaranya," jelas Yoga.

Gegara diswab petugas, Yoga mengaku dirinya mendapatkan banyak fitnah dari masyarakat sekitar dan harus menjalani karantina di rumah tidak diperbolehkan keluar sementara menunggu hasil swab.

"Kami orang dua dari anak Ngerapek Mentok yang diswab, yang dua orangnya lagi teman kami beda kasus swabnya. Jadi di sini kami bertiga satu di rumah dia lah, lom keluar rumah lah tiga hari tambah ini,” tutur Yoga.

Yoga mengakui banyak fitnah yang diterimanya selama masa isolasi mandiri yang dianggap orang terkonfirmasi positif bahkan hanya duduk di teras saja ditegur oleh beberapa warga.

"Hari Sabtu kami swab sampai ini belum ada lah kabarnya. Kami isoman sebenarnya kami terima saja, ikut aturan, yang buat kami kecewa itu yang lainnya bebas sekapot (keliaran-red)," tuturnya.

"Pas waktu swab ku tanya la diswab semua ya yang kontak, kata mereka sudah, tinggal dua tiga orang yang belum dan bakal diproses maka itu kami nerima diswab adil kan jika seperti itu. Tapi nyatanya tidak benar banyak yang bebas," imbuh Yoga.

Yoga menyebutkan jika mau tegas dalam pendisiplinan swab maka jangan tebang pilih dan jangan tanggung-tanggung, seharusnya semua yang hadir dilaporkan dan diswab juga.

"Belum keluar banyak hasilnya belom keluar semua. Acaranya Hari Jumat tadi, swabnya hari Sabtu. Jujur saja kami tertekan dengan situasi seperti ini jadi bahan omongan orang terus seperti najis saja kami ini, sakit hati," cetusnya.

Sementara itu Juru Bicara Satgas Covid-19 Bangka Barat, Putra Kusuma benarkan hasil dari swab yang dilakukan kepada warga yang menggelar acara nikahan di Kampung Tanjung Laut, Kecamatan Muntok, Bangka Barat masih belum bisa dipastikan kapan keluarnya.

"Ada 33 orang diswab, belum keluar hasilnya, belum dapat dpastikan kapan keluarnya, yang menunggu hasil swab tetap karantina mandiri," tukas Putra.(rul/wb)




MEDSOS WOWBABEL