Penambang Liar Teluk Kelabat Dalam Diminta Angkat Kaki Sebelum Ditindak Tegas

Chairul Aprizal    •    Senin, 02 Agustus 2021 | 22:02 WIB
Lokal
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman.(ist)
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman.(ist)

PARITTIGA,www.wowbabel.com --Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman mengungkapkan pertemuan rakor yang digelar di Rumah Makan Desa Bakit, Kecamatan Parittiga, Senin (02/08/2021), adalah yang kesekian kalinya dengan pembahasan yang sama yaitu konflik penambangan liar Teluk Kelabat Dalam.

Erzaldi menerangkan sudah berkali-kali meminta agar laut Teluk Kelabat Dalam ini bebas dari penambangan karena merupakan zona zero tambang.

"Kita melihat betapa memang banyaknya penambang-penambang ilegal ini dan ini bukan tidak pernah dioperasikan oleh aparat ataupun petugas sudah sangat sering sekali," kata Erzaldi.

Akan tetapi dikatakannya, para penambang liar sering kucing-kucingan ketika tidak diawasi oleh aparat keamanan diam-diam kembali beraktivitas.

"Tadi sudah diputuskan oleh Pak Kapolda sesuai dengan permintaan dari masyarakat melalui Pak Bupati Bangka Barat dan Bangka Induk bahwa tambang ini harus segera kita tertibkan betul-betul," tegas Erzaldi Rosman. 

Gubernur Bangka Belitung menuturkan Kapolda dan Danrem bersama-sama akan mengambil tindakan tegas dengan menarik semua ponton ke satu titik. 

"Jadi dalam waktu dekat ini tentunya dibantu oleh masyarakat nelayan Pak Kapolda akan melakukan penertiban di lokasi ini. Harapan kita ini adalah penertiban yang terakhir, jangan lagi begitu selesai penertiban datang lagi, datang lagi, dan datang lagi," tuturnya. 

Erzaldi menyebutkan agar para penambang ilegal tersebut dapat mengerti dan menuruti segala kebijakan dan aturan yang sudah diputuskan hari ini.

"Kalau penambang ilegal tidak ada datanya, sangat banyak saya rasa mungkin di sini bisa seribuan ya kalau memang ilegal gak ada datanya namanya juga ilegal," imbuh Erzaldi. 

Erzaldi memastikan penertiban akan dilakukan secepatnya tetapi akan melakukan sekali lagi rapat dengan Pemkab Bangka Barat dan Bangka sehingga langkah ke depan betul betul konkret.

Sementara itu Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Anang Syarif Hidayat menyatakan para penambang yang melakukan aktivitas secara ilegal pastinya akan diproses secara hukum.

Diingatkan Kapolda terlebih dahulu agar para penambang ilegal segera angkat kaki dari Teluk Kelabat Dalam sebelum pihaknya menindak tegas aktivitas tersebut.

"Sekarang, jangan sampai kita selesai rapat yang kedua ini dia masih ada di lapangan ya mohon maaf kita akan tindak tegas tapi sekarang kita belum rapat yang kedua ini saya minta mereka pergi aja" tegasnya.

Irjen Pol Anang menerangkan untuk isu adanya 'bendera-bendera' yang disebut backingi aktifitas maka itu termasuk dalam premanisme.

"Saya gak mau terlibat masalah-masalah itu dan aparat saya, korem pun sama pak Danrem tidak ada begitu ya" tutur Kapolda Bangka Belitung.

"Ya penampungnya begitu, penampung-penampung ilegal kalau dia emang terbukti dia, kalau kita menangkap dia di laut dia ada pasir timah kamu mau jual kepada siapa kepada si A gak bisa kita nangkap si A kecuali kita dia sudah dapat transaksi dia sebagai penampung," ujarnya.

Bupati Bangka Barat Sukirman Sukirman mengatakan hal yang sama untuk minta distop dulu segala aktifitas dan hargai keputusan hari ini.

"Ponton isap ya, PIP ilegal maupun tidak ilegal untuk sementara waktu, tolong hargai keputusan bersama ini, stop dulu. Jadi kita stop dulu, habis itu baru kita periksa, mana yang berizin dan wilayahnya ini amdalnya baru kawan-kawan yang lain juga mesti mengerti itu," tegas Sukirman.

"Untuk sementara tarik lah dulu barang-barang ini pulang, nanti baru kita verifikasi secara cermat," tutupnya.(rul/wb) 




MEDSOS WOWBABEL