Pemkab Bangka Barat Rekrut Puluhan Nakes untuk Tangani Pasien Covid, Penghasilannya Menggiurkan

Chairul Aprizal    •    Sabtu, 31 Juli 2021 | 20:33 WIB
Lokal
Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming.(rul/wb)
Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com --  Pemkab Bangka Barat bakal meekrut Tenaga Kesehatan (Nakes) untuk ditempatkan di instalasi darurat yang berada di Wisma Karantina Bangka Barat dengan insentif yang menggiurkan.

Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming, Sabtu (31/07/2021), saat mengunjungi RSUD Sejiran Setason untuk meninjau 10 Nakes yang sudah diterima dan siap bekerja menangani pasien Covid-19.

"Kita memang merencanakan perekrutan 35 orang tim nakes untuk membantu tim nakes yang sudah ada, karena kita kan ada penambahan BOR sekitar 51 di RSUD itu," ungkap Bong Ming Ming.

"Rencana Instalasi Darurat di BKPSDMD, di diklat itu sekitar 42 total sekitar 93, makanya perlu penambahan tenaga nakes. Yang daftar baru 10 orang dan Alhamdulillah langsung diterima setelah diuji dites, " sambungnya.

Bong Ming Ming menuturkan masih butuh 25 nakes lagi untuk mencukupi kebutuhan penanganan pasien Covid-19 di Instalasi Darurat tersebut.

"Sementara untuk menutupi itu kita kerahkan dulu perawat-perawat yang ada di setiap puskesmas, 1 puskesmas 1 dulu dibantu juga nakes dari Dinas Kesehatan," sebut Ming Ming.

Tenaga Kesehatan yang direkrut dijelaskan Wakil Bupati meliputi tenaga perawat, dan tenaga bidan dari mulai jenjang pendidikan D3 sampai S1.

"Sementara kita jadikan PHL yang kontraknya sampai Desember, sama (gaji-red) tapi untuk khusus penanganan Covid ada penambahan gaji, ada penambahan pendapatan mereka insentif bisa mencapai Rp 7 juta bahkan sampai Rp 15 juta perbulan itu dari pusat malah, dia di atas rata-rata Rp 3 juta sampai Rp 7 juta misalnya atau Rp 7 juta sampai Rp 15 juta kalau tidak salah insentif," tutur Bong Ming Ming.

Ditambahkan Bong Ming Ming menuturkan dengan insentif yang cukup besar itu juga sudah diperhitungkan dengan risiko tenaga kesehatan tersebut yang akan bekerja untuk menangani pasien Covid-19.

Hal itu dibenarkan oleh Kabag Tata Usaha RSUD Sejiran Setason, Rangkuti bahwa besaran insentif yang akan diterima bisa sampai 15 juta rupiah.

"Gaji D3 sebesar 2,3 juta rupiah, S1 3,5 juta rupiah. Insentif antara Rp 4 juta sampai dengan 7 juta rupiah, tergantung jenis nakes, kalau dokter bisa (sampai 15 jutaan-red), kalau perwat gak sampai," tutur Rangkuti.(rul/wb) 



MEDSOS WOWBABEL