Peternak Sapi Usul ke Gubernur Dirikan Pabrik Pakan di Babel

ADVERTORIAL    •    Kamis, 29 Juli 2021 | 13:03 WIB
Lokal
Zoom Meeting dengan Peserta KUR Sapi (ist)
Zoom Meeting dengan Peserta KUR Sapi (ist)

PANGKALPINANG, wowbabel.com – Keberadaan pabrik penyedia pakan lokal bagi ternak sapi sangat diharapakan oleh para petani peternak di Bangka Belitung. Keberadaan pabrik pakan lokal akan membuat usaha ternak sapi yang mulai digarap para peternak lebih efisien menuju swasembada daging sapi tahun 2025.

Selama ini para peternak mendapatkan pakan dari luar Babel dengan harga yang cukup mahal. Sehingga keuntungan dari peternakan sapi tergerus untuk membeli pakan. Masalah lainnya pakan yang di datangkan dari luar Babel tidak selalu tersedia dan transportasi yang kerap terganggu.

“Masalah pakan lokal yang diusulkan para petani peternak dan pengusaha sapi masukan yang penting. Ada jaminan ketersedian pakan lokal di Bangka Belitung ini dengan mendirikan pabrik.  Namun keberadan pabrik pakan membutuhkan investasi yang tidak kecil.  Jumlah produksi dan konsumsi daging sapi di Babel akan masuk dalam hitungan ekonomis bagi investasi. Memang kita butuh pakan lokal untuk menuju swasembada daging sapi tahun 2025,” kata Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman saat rapat koordinasi persiapan KUR Sapi Tahap III melalui zoom meeting dengan Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan, Bank BNI, Bank Sumsel Babel, Jasindo dan para kelompok tani penerima KUR, Kamis (29/7/2021).

Program  Kredit Usaha Rakyat (KUR) sapi yang bekerjasama dengan perbankan sudah berjalan dua tahap diharapkan memotivasi peternak untuk mengembangbiakan sapi sehingga jumlah sapi di Babel ini menjadi ideal untuk mendirikan pabrik pakannya. Oleh sebab itu perlu kajian dan perhitungan dari dinas terkait terhadap usulan para peternak sapi di Babel,

Erzaldi menambahkan agar para peternak juga merencanakan dnegan baik kegiatannya agar antara pasokan dan kebutuhan daging di Babel ini seimbang sehingga menguntungkan para peternak.

“Segera kita koordinasi dengan perbankan, terutama BNI dan Bank Sumsel untuk melanjutkan KUR Sapi tahap tiga. Karena tahap dua sukses, sapi KUR dari peternak terjual mau Idul Adha. Untuk KUR Tahap tiga  ini akan banyak peminatnya, maka saya menginginkan diatur dengan baik supaya masa panen tidak bersamaan karena akan berlaku hukum ekonomi. Barang banyak permintaan sedikit harga akan jatuh, peternak juga yang rugi,” ujar Erzaldi.

Sebelumnya Erzaldi mendengar usulan Zubeiri seorang pengusaha sapi dan beberapa kelompok tani sapi penerima KUR tahap I dan II dari Payung, Pulau Besar, dan Simpangkatis. Salah satu usulan para peternak ini adalah pentingnya ketersedian pakan lokal untuk ternak mereka agar mendapat keuntungan lebih baik lagi  dari usaha ternak ini. (adv/wb)



MEDSOS WOWBABEL