Varietas Padi Karya Universitas Bangka Belitung Dapat Sertifikat PVT

Tim_Wow    •    Rabu, 28 Juli 2021 | 17:03 WIB
Nasional
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

PANGKALPINANG, wowbabel.com -- Universitas Bangka Belitung (UBB) terus memberikan sumbangsihnya bagi kemajuan pertanian di Indonesia. Baru-baru ini padi varietas PBM UBB 1 hasil dari universitas negeri di Babel itu resmi mendapat sertifikat Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) dari Pusat Perlindungan Varities Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia. 

Upaya UBB agar padi varietas PBM UBB untuk mendapat sertifikat tergolong tak mudah. Hampir dua tahun usulan diajukan baru mendapat sertifikasi melalui beberapa kali tahap sidang dan pengujian. PVT adalah hak yang diberikan kepada pemulia dan/atau pemegang hak PVT untuk menggunakan sendiri varietas hasil pemuliaannya atau memberi persetujuan kepada orang atau badan hukum lain untuk menggunakannya selama waktu tertentu sesuai Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2000 tentang Perlindungan Varietas Tanaman. 

Perlindungan Varietas Tanaman adalah perlindungan khusus yang diberikan negara, yang  diwakili oleh pemerintah dan pelaksanaannya dilakukan oleh Kantor Perlindungan Varietas Tanaman, terhadap varietas tanaman yang dihasilkan oleh pemulia tanaman melalui kegiatan pemuliaan tanaman.

“Pusat PVTP di bulan Juli ini telah menerbitkan 6 sertifikat PVT yang diberikan kepada enam varietas baru,” kata humas PVTPP dalam keterangan tertulis, Rabu (28/7/2021).

Dari enam varietas baru yang mendapat sertifikat diantaranya jagung manis varietas Parago dan Geloral oleh PT Agri Makmur Pratiwi, jagung varietas JH 37 Balitbangtan, padi varietas PBM UBB 1 (Uinversitas Bangka Belitung), dan kacang hijau varetas Vima 4 dan Vima 5 (Balitbangtan).

“Sertifikat ini diberikan kepada pemilik varietas baru yang lolos pemeriksaan yang akhirnya dinyatakan memenuhi syarat baru, unik, seragam dan stabil (BUSS).” ujarnya.

Varietas baru yang telah mendapat sertifikat memiliki hak yang dijamin oleh negara antara lain memproduksi atau memperbanyak benih, menyiapkan untuk tujuan  propagasi, mengiklankan, menawarkan, menjual atau memperdagangkan, mengekspor, mengimpor, dan mencadangkannya.

Seperti dikutip dari laman resmi facebook @Pusat PPVT pada Selasa, 4 Mei 2021 Komisi PVT melakukan sidang 6 varietas baru yang telah selesai dilakukan pemeriksaan/pengujian substantif (Uji BUSS). Sidang Komisi PVT tahun 2021 dilaksanakan secara daring dan luring yang dihadiri oleh para Komisi PVT, Pemeriksa PVT, Pemohon dan Sekretariat Komisi PVT.

Prof (R) Dr Ir Erizal Jamal, MSi, Kepala Pusat PVTPP dalam sambutan pembukaan sidang mengatakan upaya Pusat PVTPP untuk membenahi kegiatan-kegiatannya yang sebisa mungkin dapat meningkatkan minat masyarakat untuk mengajukan permohonan Hak PVT dengan target 100 varietas per tahun. Langkah yang bisa dilakukan antara lain dengan cara memperbaiki pelayanan pengujian dengan fasilitas pengujian yang lengkap,  memformulasikan biaya permohonan PVT, dan pemeliharaan Hak PVT (iuran tahunan) yang lebih ringan melalui peraturan pemerintah.

Sedangkan Ketua Komisi PVT, Prof Budi Marwoto menyambut baik upaya Pusat PVTPP untuk meningkatkan jumlah pengajuan permohonan Hak PVT sehingga perlu dilakukan sosialisasi lebih gencar ke lembaga-lembaga penghasil varietas seperti lembaga penelitian dan perguruan tinggi.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Komisi PVT ini mengapreasiasi Universitas Bangka Belitung (UBB) yang berhasil mencapai standar nasional dengan mengajukan permohonan Hak PVT untuk pertama kalinya.

Sampai dengan saat ini telah tercatat sebanyak 506 varietas tanaman yang diberi Hak PVT. Pengeluaran sertifikat PVT Indonesia sebetulnya masih terbilang unggul dibandingkan negara-negara ASEAN. Indonesia hanya tertinggal dari Vietnam yang telah mengeluarkan sertifikat bagi 1.628 varietas.

China telah memberikan perlindungan sebanyak 7.834 varietas, Amerika Serikat 1.590 varietas, Korea Selatan 857 varietas, Jepang 822 varietas, Rusia 765 varietas.

Sertifikasi varietas merupakan bagian penting dalam upaya peningkatan ketersediaan benih bermutu varietas unggul. Kegiatan untuk menghasilkan varietas tanaman yang lebih unggul perlu didorong melalui perlindungan hukum ataupun pemberian insentif bagi orang atau badan usaha yang bergerak di bidang pemuliaan tanaman. (*)




MEDSOS WOWBABEL