Penerapan PPKM, Polda Bangka Belitung Siap Gelar Operasi Aman Nusa II

Firman    •    Rabu, 28 Juli 2021 | 16:38 WIB
Lokal
Pelatihan Operasi Aman Nusa II yang berlangsung di Gedung Tribrata Mapolda Babel, Rabu (28/7/2021) dipimpin langsung Wakapolda Babel Brigjen (Pol) Umar Dani dan didampingi Irwasda, Karo Ops serta Pejabat Utama Polda Babel lainnya.(fn/wb)
Pelatihan Operasi Aman Nusa II yang berlangsung di Gedung Tribrata Mapolda Babel, Rabu (28/7/2021) dipimpin langsung Wakapolda Babel Brigjen (Pol) Umar Dani dan didampingi Irwasda, Karo Ops serta Pejabat Utama Polda Babel lainnya.(fn/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Kepolisian Daerah Bangka Belitung (Polda Babel) menggelar Pelatihan Operasi Aman Nusa II Menumbing 2021.

Pelatihan ini dalam rangka upaya pencegahan dan penanganan wabah pandemi Covid-19 yang saat ini terus meningkat di Bangka Belitung.

Pelatihan Operasi Aman Nusa II yang berlangsung di Gedung Tribrata Mapolda Babel, Rabu (28/7/2021) tersebut, dipimpin langsung Wakapolda Babel Brigjen (Pol) Umar Dani dan didampingi Irwasda, Karo Ops serta Pejabat Utama Polda Babel lainnya.

Umar Dani mengungkapkan, pelatihan Pra Operasi Aman Nusa II yang dilaksanakan ini dalam rangka pencegahan dan penanganan Covid-19 di wilayah hukum Polda Babel selama 1 bulan kedepan.

"Ini merupakan upaya kita mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas, dan ini sesuai instruksi Mendagri," kata Brigjen (Pol) Umar Dani.

Selain itu dikatanya, di Provinsi Bangka  Belitung ada beberapa wilayah yang dinyatakan sudah masuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level III dan Level IV. 

"Ada tiga wilayah di Provinsi Babel yang sudah masuk level IV, wilayah yang dinyatakan level IV berdasarkan Instruksi Mendagri, yakni Kabupaten Bangka Barat, Belitung dan Belitung Timur dan selebihnya ada 1 Kota dan 3 Kabupaten baru dinyatakan level III," ungkapnya.

Umar Dani menambahkan, wilayah yang sudah dinyatakan level III dan IV harus dapat menerapkan PPKM dengan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait adanya beberapa kegiatan-kegiatan masyarakat yang dibatasi.

"Jadi pihak-pihak terkait harus dapat memberikan edukasi dan meminta kepada masyarakat agar bisa memaklumi dan memahami sehingga dapat menghindari terjadinya gesekan di masyarakat," terang Umar Dani.

Disampaikannya, dengan diberlakukannya PPKM tersebut tentunya masyarakat akan terganggu, karena dibatasi kegiatannya.

"Dengan dibatasnya kegiatan masyarakat itu, karena tujuannya adalah untuk mencegah dan menanggulangi serta menekan laju pertumbuhan angka Covid-19," imbuh Wakapolda.

Tidak hanya itu Wakapolda, juga menyampaikan bahwa sebaran angka Covid-19 di Bangka Belitung saat ini masih sangat tinggi.

"Berdasarkan laporan yang ada dalam beberapa hari ini naik menjadi 700 per hari, sebelumnya turun dari 200 per hari," kata Brigjen (Pol) Umar Dani.

Ditambahkan  Wakapolda, dengan adanya Operasi Aman Nusa II ini, pihaknya akan fokus pada objek yang menjadi kegiatan masyarakat sepeti pasar, terminal, pelabuhan, bandara dan tempat-tempat keramaian lainnya yang dinilai banyak pelanggaran prokes oleh masyarakat.

"Kita semua berharap dengan adanya Operasi ini ke depan bisa menekan laju pertumbuhan angka Covid-19 sesuai harapan Kapolri, yang level IV dan III bisa ke level II," harapnya.

"Mudah-mudahan nantinya ada zona kuning dan bahkan ada hijau, dan kita harus menenakan angka penyebaran angka Covid-19 ini, dan kita berharap masyarakat juga mau ikut serta mendukung kegiatan ini dan terus meningkatkan kesadaran agar tetap mematuhi protokol kesehatan," tukas Umar Dani.(fn/wb)




MEDSOS WOWBABEL