Desy Kagum, Kajari Babar Borong Produk UMKM

Chairul Aprizal    •    Selasa, 27 Juli 2021 | 02:42 WIB
Lokal
Kepala Kejaksaan Negeri Helena Octavianne.(rul/wb)
Kepala Kejaksaan Negeri Helena Octavianne.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com --Sosok Pimpinan Jaksa di Kabupaten Bangka Barat ini telah berhasil membuat salah seorang pelaku UMKM terkagum-kagum karena kepeduliannya yang mendorong para UMKM agar tetap bangkit dan pulih di situasi Virus Covid-19 saat ini.

Seorang Pemilik Usaha Rumahan Desy warga Muntok menuturkan ucapan terimakasih karena baginya Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Barat Helena merupakan sosok yang peduli dengan masyarakat disituasi pandemi saat ini.

"Alhamdulillah terimakasih Ibu Helena yang selalu peduli dengan usaha rumahan seperti kami, semoga ibu selalu diberikan kesehatan dan dilimpahkan rizki yang berkah, aamiin," ucap Desy, usai mengantarkan pesanan Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Barat, Senin, (26/07/2021).

Desy senang karena usaha jualan kripik buatannya dibeli dalam jumlah banyak oleh Kejaksaan dan dibantu untuk dipromosikan juga.

"Terima kasih banyak Ibu Helena selaku kepala kejaksaan negeri yang lah mau borong dagangan Eci (nama panggilan-red) saya bener-bener bersyukur karena masih ada pemimpin yang peduli dengan usaha rumahan yang kayak kami," tuturnya. 

Desy menerangkan jualannya yang dibeli oleh Kepala Kejari Bangka Barat adalah keripik bawang seharga Rp.15.000 sebanyak 50 bungkus, dan akar kelapa seharga Rp.20.000 sebanyak 10 bungkus.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Helena Octavianne menjelaskan hal ini sudah lama dilakukan oleh Kejari Bangka Barat dalam program peduli UMKM sebagai bentuk untuk mendukung pemerintah pusat dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Sudah sering jadi kejaksaan mendukung kita bukan bilang pelaku tapi pahlawan UMKM ya karena pada masa pandemi ini program pemerintah pusat kan Pemulihan Ekonomi Nasional" jelasnya.

Maka dari itu, dengan mendukung pahlawan UMKM agar dapat tercapai PEN juga. Helena mengatakan sudah banyak UMKM yang Kejari Bangka Barat posting melalui medsosnya untuk dipromosikan.

"Sebenarnya kenapa dibeli dulu karena kalau misalnya mereka kasih ke kita dulu kan kasihan emang bikinnya gak pakai modal ? terus yang kedua kita coba dulu kalau memang misal rasanya kurang kita bilang yang ini kita gak mau (promosi-red) karena rasanya kurang, ini enak nih ini yang dimasukin" sebut Helena.

Helena mengungkapkan tujuan awalnya mengenalkan UMKM Bangka Barat karena supaya di Bangka Barat tidak hanya timah saja yang terkenal.

"Ternyata ada teh tayu, ada madu kelulut, ada juga lain lain itulah yang ingin kita kenalkan ke masyarakat luas, tadi kebanyakan sih memang makanan karena makanan memang lebih cepat pertukaran ekonominya," tukasnya.(rul/wb) 



MEDSOS WOWBABEL