BUMDes Merugi, Salah Siapa?

Jurnalis_Warga    •    Selasa, 27 Juli 2021 | 22:45 WIB
Opini
ilustrasi.(net)
ilustrasi.(net)


Oleh: Ranto SIP MA (Dosen Ilmu Politik UBB dan Peneliti di Yayasan Kapong Sebubong Indonesia )


Beberapa hari belakangan ini, Bangka Belitung begitu riuh dengan isu-isu seperti konflik antara nelayan dan penambang timah di beberapa titik (Teluk Kelabat Dalam dan Perairan di kawasan Bedukang). Akibat dari konflik ini, muncul istilah "The King of Ngilang". Lagi, tatakelola pertambangan timah kembali masuk ranah politis. 

Tak hanya itu, meruginya mayoritas BUMDes Berkah Mart yang sudah berjalan sejak dua tahun yang lalu juga mendapatkan sorotan. Menariknya lagi, kebangkrutan BUMDes Berkah Mart karena diyakini tidak mampu bersaing dengan kompetitor yang sudah ada selama ini. Bahkan, keberadaan retail berjejaring skala nasional seperti Alfamart dan Indomart juga disebut-disebut menjadi penyebab gagalnya Bumdes tadi. 

Bagi pihak yang setuju dengan pendapat ini tentu saja masih meyakini bahwa keberadaan retail yang sudah mapan dan ternama bisa mematikan kelompok usaha lainnya yang bergerak di lumbung yang sama. 

Selanjutnya, kelompok lainnya menyebutkan bahwa BUMDes tidak bisa bersaing karena memang salah kelola. Oleh karenanya, pihak yang berada disini, meminta untuk menata kembali managemen BUMDes sehingga lebih produktif dan menguntungkan bagi masyarakat di sekitarnya. 

Keberadaan retail ternama seperti Alfamart dan Indomart memang tidak memiliki kaitan langsung dengan kebangkrutan yang dialami oleh Bumdes. Karena, jika dilihat dari wilayah beroperasinya, perusahaan retail ini memang berbeda. Paling tidak untuk saat ini. 

Jika mengikuti perdebatan yang muncul, bisa-bisa kita terseret pada persoalan politis yang mengabaikan masalah subtansi sesungguhnya. 



MEDSOS WOWBABEL