Pasca Protes Nelayan, Perairan Aik Antu Kondusif

Dwi H Putra    •    Kamis, 15 Juli 2021 | 12:16 WIB
Lokal
Caption: Kabag Ops Polres Bangka, Kompol Ricky Dwiraya Putra. (dwi/wb)
Caption: Kabag Ops Polres Bangka, Kompol Ricky Dwiraya Putra. (dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Pasca protes masyarakat nelayan di Perairan Aik Antu, Dusun Bedukang, Desa Deniang, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), menolak adanya kapal isap produksi (KIP) mulai kondusif. 

"Setelah kemarin nelayan diminta turun dan KIP dipindahkan ke Pelabuhan Air Kantung, kondisinya kondusif," kata Kabag Ops Polres Bangka, Kompol Ricky Dwiraya Putra di Sungailiat, Kamis (15/7/2021). 

Lanjut Kabag Ops, memang beberapa hari sebelumnya jajaran Polda Babel dan Polres Bangka menerjunkan sejumlah personil untuk mengendalikan dan menyelesaikan aksi protes tersebut. 

Tidak itu saja, Polres Bangka juga sempat menutup akses masuk Dusun Aik Antu, guna mengurangi jumlah warga yang terfokus di kawasan itu. 

"Mulai hari ini tidak ada lagi personil yang ditempatkan disana, semuanya sudah kondusif," jelas Kabag Ops. 

"Semoga selalu aman dan kondusif, tidak ada gejolak lagi seperti beberapa hari ini," harapnya. 

Diketahui, sejak Senin (12/7/2021) ratusan masyarakat nelayan tergabung dalam Nelayan Tradisional Peduli Lingkungan (NTPL) Babel menduduki KIP Citra Bangka Lestari (CBL) milik mitra PT Timah, setelah dilakukan berbagai upaya dari pihak keamanan, akhirnya pada Rabu (14/7/2021) nelayan turun dari kapal dan KIP CBL ditarik ke Pelabuhan Air Kantung Sungailiat. 

Aksi protes masyarakat nelayan, terkait penolakan aktifitas tambang laut di Perairan Aik Antu, yang mana perairan tersebut merupakan daerah tangkap nelayan tradisional. (dwi/wb)



MEDSOS WOWBABEL