Gelombang Baru Covid-19 Hantar Harga Timah Ke Level Tertinggi

Tim_Wow    •    Kamis, 15 Juli 2021 | 13:57 WIB
Ekonomi
Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Gelombang baru Covid-19 yang memukul negara-negara produsen logam mendorong harga  lebih tinggi. Bahkan harga timah menembus rekor tetinggi tahun ini.

Harga Tmtimah kontrak tiga bukan di Londin Metal Exchange (LME) mencapai US$32.285 per ton pada awal perdagangan, Rabu (13/7/2021) sebelum turun kembali ke US$32.135 per ton. Harga timah masih lebih tinggi dari harga penutupan Senin di US$32.094 per ton. 

"Kekhawatiran pasokan yang meningkat karena penyebaran kasus Covid-19 di pusat-pusat produksi utama seperti Malaysia dan Indonesia telah menyebabkan harga logam setinggi satu dekade," kata analis FastMarkets kepada metalbulletin.com . 

Tidak hanya timah, logam lain juga naik lebih tinggi, dengan tembaga mencapai US$9.509 per ton, naik dari $9.409 per ton. Harga timah melejit akibat pasar mengalami kekurangan pasokan sehingga tidak bisa mengimbangi permintaan.

Logam timah  di LME sempat diperdagangkan US$31.800, naik 51% di awal tahun menempatkan timah sebagai logam dengan kinerja terbaik. Aluminium yang naik 25%  menempati kinerja terbaik kedua disusul tembaga.

Fastmarkets menilai, pengguna timah fisik harus membayar lebih, hingga US$2.000 per ton di Eropa dan US$3.000 di Amerika Serikat, dengan asumsi mereka dapat menemukan  penjual yang memiliki logam cadangan timah.

Demikian pula dengan harga timah di pasar logam Shanghai Futures Exchange (ShFE) minggu ini melonjak ke level tertinggi sejak kontrak diluncurkan pada 2015. Kenaikan harga timah SHFE sebagai pertanda jika pasar timah perlu distabilkan karena kondisinya sudah sampai di negara produsen timah terbesar di dunia.

Harapan bahwa produksi global akan bangkit kembali dari pandemi COVID-19 pada paruh kedua tahun 2021 tidak terbukti.  Pandemi telah memperburuk rantai pasokan timah.  COVID yang panjang menyebabkan beberapa negara Asia sebagai produsen timah dunia, mengambil kebijakan penguncian seperti di Indonesia dan Malaysia, negara  produsen timah terbesar kedua dan ketiga di dunia. (wb)



MEDSOS WOWBABEL