Ratusan Nelayan Duduki KIP di Perairan Bedukang

Dwi H Putra    •    Selasa, 13 Juli 2021 | 11:06 WIB
Lokal
Caption: Sejumlah nelayan dengan menumpangi perahu motor mendekati KIP yang sedang beroperasi di kawasan Aik Antu Desa Deniang. Senin (12/7/2021). (IST)
Caption: Sejumlah nelayan dengan menumpangi perahu motor mendekati KIP yang sedang beroperasi di kawasan Aik Antu Desa Deniang. Senin (12/7/2021). (IST)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Ratusan nelayan tradisional yang tergabung dalam Nelayan Tradisional Peduli Lingkungan (NTPL) Bangka Belitung (Babel) menduduki kapal isap produksi (KIP) Citra Bangka Lestari milik mitra PT Timah Tbk, yang berada di Perairan Aik AntiuDesa Deniang, Kabupaten Bangka sejak Senin (12/7/2021) sore. 

Aksi ini sebagai bentuk protes keberadaan KIP di perairan tersebut. Sementara itu, enam KIP lainnya berhasil kabur dari lokasi setelah mengetahui kedatangan ratusan nelayan. 

Pantauan di lapangan, Kapolres Bangka, AKBP Widi Haryawan yang saat itu berada dilokasi mencoba untuk berdialog dengan para nelayan.

"Kami tadi sudah kasih tau rekan-rekan, katanya suruh koordinasi sama yang di darat, yang di darat sudah kami bawa ke sini, tapi kalian seperti itu. Kami disini juga perwakilan dari aparat pemerintah," tegas AKBP Widi Haryawan di Sungailiat, Selasa (18/7/2021). 

"Tadi sudah kami komunikasikan semuanya, sekarang dari PT Timah, kami antar. Kami sudah mengajak saudara-saudara sekalian kalau memang mau ketemu sama pimpinan Gubernur, Kapolda dan Bupati silahkan datang ke kantor," ujarnya. 

Upaya yang dilakukan Polres Bangka tak kunjung menemukan titik terang. Bahkan nelayan yang sudah mulai hilang kesabaran kemudian menduduki KIP.

Mereka rela menginap di kapal isap tersebut hingga tuntutan mereka bertemu Gubernur, Kapolda dan Bupati Bangka terpenuhi.

"Jangan tunggu kami, kami dak kawa (tidak mau) lagi pak," teriak nelayan yang berada diatas KIP. 

Nelayan secara spontan kemudian mengambil potongan besi dari atas KIP kemudian memukul lambung kapal yang berhasil mereka duduki, sempat terjadi keributan antara nelayan dengan aparat yang berjaga diatas kapal.

Bahkan dikabarkan sempat terjadi cekcok mulut antara petugas dengan masyarakat nelayan.

Masyarakat nelayan yang saat itu terpancing emosi kemudian mempreteli beberapa bagian badan kapal dan membuangnya ke laut.

Sementara bahan bakar minyak yang saat itu masih berada didalam drum ikut ditumpahkan nelayan didalam kapal isap tersebut.

"Kalau ada Bupati, Gubernur dan Bapak Kapolda mungkin kami bisa berkomunikasi dengan baik. Bapak Kapolres silakan mundur. Nelayan disini sudah sangat prihatin, kalau keluar dari sini kami akan di sel, lebih baik mati sekarang dari pada menderita," teriak nelayan lagi. 

"Tuntutan kami tolong hadirkan Bupati, Gubernur dan Pak Kapolda kesini, sebelum beliau datang kami tidak akan keluar dari kapal," pungkas nelayan. (dwi/wb)



MEDSOS WOWBABEL