Ditanyai Soal Aksi NTPL di Bedukang, Ini Jawaban Gubernur Babel

Dwi H Putra    •    Selasa, 13 Juli 2021 | 12:48 WIB
Lokal
Caption: Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman. (dwi/wb)
Caption: Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman. (dwi/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Tuntutan masyarakat nelayan yang tergabung dalam Kelompok Nelayan Tradisional Peduli Lingkungan (NTPL) Bangka Belitung (Babel), untuk bertemu Gubernur Babel sepertinya bakal sia-sia. 

Pasalnya, orang nomor satu di Babel tersebut, sudah menyerahkan hal itu ke pemerintah pusat dan pemerintah daerah setempat. 

"Kan sudah ada tugasnya masing-masing," kata Gubernur Babel, Erzaldi Rosman usai memimpin rapat di Ruang Pasir Padi, Selasa (13/7/2021). 

"Masa semuanya harus ke Gubernur," ujarnya sembari meninggalkan ruangan. 

Diketahui, ratusan nelayan tradisional yang tergabung dalam NTPL Babel menduduki kapal isap produksi (KIP) Citra Bangka Lestari milik mitra PT Timah Tbk, yang berada di Perairan Aik Anti Desa Deniang, Kabupaten Bangka sejak Senin (12/7/2021) sore, sebagai bentuk protes keberadaan KIP di perairan tersebut. 

Sementara itu, enam KIP lainnya berhasil kabur dari lokasi setelah mengetahui kedatangan ratusan nelayan. 

Mereka rela menginap di kapal isap tersebut hingga tuntutan mereka bertemu Gubernur, Kapolda dan Bupati Bangka terpenuhi.

"Jangan tunggu kami, kami dak kawa (tidak mau) lagi pak," teriak nelayan yang berada diatas KIP. 

Nelayan secara spontan kemudian mengambil potongan besi dari atas KIP kemudian memukul lambung kapal yang berhasil mereka duduki, sempat terjadi keributan antara nelayan dengan aparat yang berjaga diatas kapal.

Bahkan dikabarkan sempat terjadi cekcok mulut antara petugas dengan masyarakat nelayan.

Masyarakat nelayan yang saat itu terpancing emosi kemudian mempreteli beberapa bagian badan kapal dan membuangnya ke laut.

Sementara bahan bakar minyak yang saat itu masih berada didalam drum ikut ditumpahkan nelayan didalam kapal isap tersebut.

"Kalau ada Bupati, Gubernur dan Bapak Kapolda mungkin kami bisa berkomunikasi dengan baik. Bapak Kapolres silahkan mundur. Nelayan disini sudah sangat prihatin, kalau keluar dari sini kami akan di sel, lebih baik mati sekarang dari pada menderita," teriak nelayan lagi. 

"Tuntutan kami tolong hadirkan Bupati, Gubernur dan Pak Kapolda kesini, sebelum beliau datang kami tidak akan keluar dari kapal," pungkas nelayan. (dwi/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE