UMKM Harus Ikuti Perkembangan Zaman

Dwi H Putra    •    Sabtu, 03 Juli 2021 | 14:37 WIB
Lokal
Pemerintah Kabupaten Bangka bekerjsama dengan Kementerian Kominfo RI melalui Balai Pengebangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian menggelar Pelatihan Digital Entrepreneurship Digital (DEA).(ist)
Pemerintah Kabupaten Bangka bekerjsama dengan Kementerian Kominfo RI melalui Balai Pengebangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian menggelar Pelatihan Digital Entrepreneurship Digital (DEA).(ist)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com - Pemerintah Kabupaten Bangka bekerjsama dengan Kementerian Kominfo RI melalui Balai Pengebangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian menggelar Pelatihan Digital Entrepreneurship Digital (DEA).

"Pelatihan DEA ini adalah program nasional dari Kementerian Kominfo RI untuk meningkatkan kemampuan UMKM khusus secara digital," kata Wakil Bupati Bangka, Syahbudin SIP di Sungailiat, Sabtu (3/7/2021). 

Lanjutnya untuk mengembangkan perekonomian di masa pandemi, pemerintah harus mendorong pelaku usaha untuk lebih kreatif, inovatif dan produktif, serta kemampuan memanfaatan teknologi informasi.

Maka dari itu, pelatihan DEA memiliki peran strategis dalam meningkatkan skill kemampuan pelaku UMKM dalam berwirausaha secara digital, dalam meningkatkan kemampuan menggunakan alat alat aplikasi digital dalam pengembangan usahanya.

"UMKM harus mengikuti perkembangan zaman terutama di era digital saat ini terutama dari segi pemasaran produk dan kemampuan bersaing," jelas Syahbudin. 

"Kemajuan UMKM inilah yang nantinya berdampak positif bagi perekonomian daerah," imbuhnya. 

Sementara itu, Kepala Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Kemenkominfo, Parulian Sitompul, mengatakan Program DEA Digital Talent Scholarship 2021 merupakan program yang dilaksanakan bertujuan untuk mencetak Digital Entrepreneur (Digipreneur) baru, dalam rangka mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang unggul untuk menghadapi era revolusi industri.

"Program pelatihan kepada seluruh masyarakat Indonesia, bagaimana supaya pelaku UMKM di Kabupaten Bangka khususnya itu bisa masuk pasar , paling tidak pasar nasional," jelas Parulian. 

"Pelatihan di Kabupaten Bangka ini diikuti sebanyak 60 orang peserta dari 190 orang telah mendaftar, karena kemampuan anggaran keuangan juga keterbatasan ruang gerak karena kondisi pandemi Covid-19," pungkasnya. (dwi/wb)




MEDSOS WOWBABEL