Saat Ini Pasar Defisit, Kedepan Permintaan Timah Makin Besar

Tim_Wow    •    Kamis, 01 Juli 2021 | 13:51 WIB
Ekonomi
Ilustrasi. (net)
Ilustrasi. (net)

LONDON, www.wowbabel.com -- Sejumlah analisis pasar timah dunia memperkirakan kekurangan pasokan  timah akan meningkat di tahun-tahun mendatang. Alasannya   permintaan akan logam timah akan meningkat untuk kebutuhan barang elektronik dan  mendorong revolusi hijau.

Di lain sisi Pasokan timah berkurang, berdasarkan Asosiasi Timah Internasional (International Tin Association/ITA)   investasi di pertambangan timah telah tertinggal.

The Economic Times melaporkan harga timah menembus di atas US$ 30.000 per ton bulan lalu untuk pertama kalinya dalam satu dekade, melonjak lebih dari 50% sepanjang tahun ini. Lonjakan ini terutama disebabkan  masalah produksi dan persediaan yang rendah.

"Defisit pasar timah global diperkirakan akan meningkat menjadi 12.700 ton pada 2022 dari 10.200 ton tahun ini," kata Jeremy Pearce dari ITA kepada _Reuters_ saat konferensi timah dunia yang berlangsung pada Selasa (29/6/2021)  secara online.

Sedangkan konsumsi tahunan akan meningkat hingga 430.000 ton pada tahun 2025, naik sekitar seperlima dari tahun 2020.

"Era baru otomatisasi interkoneksi yang dibangun di atas elektronik dan jaringan komunikasi 5G akan mendorong permintaan timah," tambah Pearce.

Timah juga dibutuhkan untuk berbagai teknologi yang akan membantu mengurangi emisi karbon, seperti pita logam pada instalasi surya, baterai lithium-ion untuk kendaraan listrik, dan katalis untuk menangkap karbon.

Penggunaan timah terbesar, yang memenuhi setengah dari permintaan, adalah untuk solder yang digunakan terutama di industri elektronik untuk menyambungkan komponen.

"Dorongan global untuk mengurangi emisi karbon juga akan meningkatkan kebutuhan timah," kata Pearce.

Penggerak untuk ini terutama dimulai dari tahun 2025 hingga 2030, tetapi penggunaan timah di instalasi surya sudah mulai meningkat, katanya.

Pada saat yang sama, investasi di tambang timah baru lebih sedikit  beberapa tahun terakhir. Hanya empat tambang baru yang berkomitmen untuk meluncurkan produksi jangka pendek," kata James Willoughby, analis pasar  ITA.

"Tambang lain mungkin akan beroperasi tetapi kapasitas maksimum dari tambang baru pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 38.700 ton," tambahnya. (wb)



MEDSOS WOWBABEL