Memaknai Kearifan Orang Lom Bangka

Jurnalis_Warga    •    Rabu, 30 Juni 2021 | 19:10 WIB
Opini
Sekretariat Komunitas Adat Suku Lom Dusun Pejem.(net)
Sekretariat Komunitas Adat Suku Lom Dusun Pejem.(net)


Oleh: Jamilah Cholillah, Dosen Sosiologi FISIP Universitas Bangka Belitung

Tulisan ini mencoba menjelaskan sistem sosial dan sistem budaya yang berkembang dalam kehidupan Orang Mapur di Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka secara sosiologis. Perubahan multidimensional dirasakan oleh Orang Mapur baik di Air Abik, Pejem, dan Tuing akibat penetrasi budaya modernitas ke dalam kehidupan komunitas. Sebagian budaya masih bertahan dan sebagian lainnya mulai berubah, bahkan bertransformasi menjadi budaya campuran (hybrid). Meletakkan kembali filosofi kearifan Orang Mapur di tengah arus perubahan merupakan bagian dari ikhtiar akademik dan upaya merefleksikan kepedulian sosial. 

Orang Lom Sebagai Sistem Sosial

Keunikan yang dimiliki Orang Lom terletak pada sistem sosial dan sistem budaya yang bersumber dari tradisi nenek moyang dan hingga saat ini tetap bertahan, meskipun mulai tergerus oleh penetrasi budaya modernitas. Dalam sistem sosial tercakup nilai-nilai dan norma-norma yang mengatur dan mempengaruhi perilaku inpidu dalam komunitas adat sehari-hari. Sistem nilai yang selalu menjadi pegangan setiap anggota adalah ketaatan pada tradisi leluhur serta kaidah-kaidah sosial. 

Tradisi leluhur terinternalisasi dalam diri melalui keyakinan bahwa mereka dilahirkan dari kekuatan alam semesta. Kesadaran makna tentang kosmologi alam semesta yang mendalam menumbuhkan kepercayaan, antara diri (manusia) memiliki hubungan dialektika yang dinamis dengan lingkungan sekitar seperti hutan, tanah, air, gunung dan makhluk hidup lainnya. Dalam menjaga hubungan dengan kosmologi alam, Orang Lom mempunyai keyakinan, jika mereka berbuat baik dengan alam, menjaga dan melestarikannya, secara tidak langsung  telah menyatukan diri, alam, dan roh leluhur dalam satu relasi yang kuat tak terpisahkan. 

Dalam praktiknya, Orang Lom tidak mengenal ritual ibadah seperti sholat dalam Islam atau kebaktian dalam tradisi Katholik dan Kristen, tetapi cukup dengan berkontemplasi layaknya bersemedi, sebagai sarana merenung dan merefleksikan diri. Ritual berkontemplasi menjadi sarana Orang Lom untuk berkomunikasi dengan alam dan nenek moyang. Disana mereka menambatkan harapan, keselamatan, berkeluh-kesah atas fenomena yang mereka hadapi saat ini. Kontemplasi mempengaruhi kebiasaan hidup Orang Lom yang berpindah-pindah.  Orang Lom tidak terlepas dari sifat nomaden. 

Mereka akan memutuskan berpindah tempat dengan alasan yang rasional, tempat (ladang, kebun, ume) lama tidak nyaman lagi untuk melanjutkan kehidupan disebabkan oleh rusaknya hubungan antara diri, alam sekitar dan nenek moyang, baik itu perbuatan mereka sendiri ataupun ulah orang lain yang tidak bertanggung jawab. Kemarahan alam dan nenek moyang dapat dirasakan melalui perasaan terusik, hilangnya rasa aman, dan terganggunya ketentraman jiwa. Hal ini membawa Orang Lom pindah untuk membuka lahan dan tempat baru demi melangsungkan aktifitas sosial kelompok mereka di tengah hutan adat. 

Pemahaman tentang ritual, kutukan, pantang larang, mantera dan jampi-jampi dalam kosmologi Orang Lom merupakan perwujudan dari kaidah-kaidah sosial. Pertama, keberadaan adat dan ritual dianggap sebagai unsur pembentuk proses hubungan dan integrasi dengan alam. Proses menyatunya kehidupan manusia dengan alam menunjukkan adanya ikatan yang sangat erat, karena kuatnya faktor sentimen kepercayaan yang meyakini bahwa segala bentuk perilaku atau tindakan manusia terhadap alam akan menentukan keseimbangan dan keberlanjutan kehidupan. 

Kedua, ritual selalu bergandengan dengan pembacaan mantra, jampi-jampi dan do’a-do’a dalam setiap upacara adat Orang Lom. Ritual adat Nujuh Jerami dan Nambek Kubur dalam prosesinya, menunjukkan bahwa terdapat elemen-elemen sakral yang berperan penting dalam proses hubungan manusia dengan manusia serta manusia dengan alam. Dengan kata lain, ritual adat dapat membentuk sebuah etika yang mengandung himpunan peraturan, perintah dan larangan serta sanksi yang berguna dalam mengatur perilaku atau tindakan inpidu dalam interaksi sosial sehari-hari.



MEDSOS WOWBABEL