Siap-siap, Timah Menuju Level Harga Tertinggi

Tim_Wow    •    Senin, 28 Juni 2021 | 10:59 WIB
Lokal
Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

PANGKALPINANG, www.wowbabel. com -- Pasar timah dunia masih kekurangan pasokan akibat terhentinya beberapa pabrik peleburan produsen utama dunia. Terganggunya pengiriman timah ke pasar akibat pandemi Covid-19 telah memperparah pasar timah. 

Sementara permintaan kebutuhan timah untuk konsusmsi industri elektronik mulai meningkat sejalan dengam pemulihan ekomomi di berbagai negara. Kondisi rantai pasokan yang belum stabil dengan tingkat permintaan yang  meningkat sejak awal tahun ini telah memicu kenaikan harga timah dunia. 

Sejak awal tahun, harga timah naik hampir 50 persen. Bahkan harga  meningkat 140 persen dari harga  terendah pada Maret 2020.

"Harga telah meningkat terutama pada permintaan untuk elektronik konsumen, smartphone, kendaraan listrik (EV) terutama baterai timbal-asam dan peningkatan penggunaannya dalam baterai lithium-ion dan solder elektronik," tulis analis Fitch Solution.

Pada penutupan pasar Jumat  (25/6/2021) malam harga timah kontrak tiga bulan  di London Metal Exchange (LME)  d naik 0,33% pada US$ 30.850 per metrik ton. Kekurangan pasokan dari luar negeri mendorong harga sehingga naik kembali mendekati US$ 31.000 per metrik ton setelah sempat turun US$ 29.000 per meteik ton pekan lalu.

"Dampak dari perubahan makro terkini terhadap harga timah perlu diwaspadai, dan diperkirakan timah di  LME akan bergerak pada level yang tinggi dalam waktu dekat. Tekanan di atas akan terlihat dari US$31.000 per metrik ton hari ini," kata anakismpasar Shanghai Metal Market di newsmetal.com, Senin (27/6/2021).

Tidak saja di LME kontrak timah  di pasar Shanghai Futures Ecchange (SHFE)  yang paling likuid naik 0,45% pada 210.850 yuan per metrik ton pada Jumat malam. Yunnan Tin Industry Co., Ltd. mengumumkan pada Kamis lalu bahwa pihaknya akan menghentikan produksi dan mengoptimalkan serta meningkatkan sistem produksi peleburan timahnya. 

"Kekurangan pasokan mendukung kenaikan harga timah yang terus berlanjut, dan dampak berita makro dalam dan luar negeri terhadap harga timah perlu diwaspadai," ujarnya.

Dia menambahkan, puncak baru harga timah untuk kontrak tiga bulan tahun 2021 di LME  adalah reaksi dari pasar yang sudah sangat kekurangan pasokan terhadap berita bahwa produsen terbesar ketiganya,  MSC, menyatakan force majeure pada pengiriman barang sejak 4 Juni 2021. Lalu  penghentian sementara pabrik peleburan Yunnan Tin sebagai produsen utama timah dunia. (wb)



MEDSOS WOWBABEL