Pasokan dari PT Timah dan MSC akan Meningkat, Harga Bisa Stabil Lagi

Tim_Wow    •    Jumat, 25 Juni 2021 | 10:19 WIB
Ekonomi
Ilustrasi. (net)
Ilustrasi. (net)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com --  AfriTin Minning perusahaan penambangan timah dunia mengatakan  defisit pasokan timah akan berlanjut tahun ini. Alasannya,  produksi timah baru tidak mungkin dimulai dalam waktu dekat, mengingat situasi pandemi  Covid-19 saat ini. Pasar timah  mengalami defisit dan diperkirakan akan berlanjut hingga 2022.

Lembaga pemeringkat Fitch Solutions yang berbasis di AS, mengatakan kelangkaan pasokan bulan lalu telah mendorong harga timah ke level  tertinggi. Namun Fitch  memperkirakan harga akan melemah karena ketersediaan timah meningkat. Fitch Solution telah menaikkan perkiraan untuk harga timah rata-rata menjadi US$23.000  per ton untuk tahun ini dari sebelumnya  US$19.500 per ton.

Dikatakan pasokan akan meningkat karena produsen seperti PT Timah Indonesia  pada tahun ini akan membalikkan pengurangan produksi yang diberlakukan tahun lalu dalam beberapa bulan mendatang.  Malaysia Smelting Corp  (MSC) akan menjalankan operasi  pabrik barunya di distrik Klang akhir tahun ini.

Fitch mengatakan, mereka mengharapkan produksi timah meningkat 12,5 persen tahun ini, yang akan jauh melebihi pertumbuhan tahunan 10 tahun terakhir sebesar 0,2 persen. 

"Pasokan akan terus meningkat setelah tahun ini yang dapat mengakibatkan penurunan harga logam hingga 2023," kata analis Fitch Solution dikutip dari Business Line.

Sedangkan analis dari CARE Ratings, membenarkan pandangan tentang harga timah akan stabil karena perusahaan Malaysia Smelting Corp telah menyiapkan kembali ke kapasitas produksi seperti  pra-pandemi sampai akhir tahun.

Meskipun China telah mengatakan akan melepas stok cadangannya untuk menurunkan harga logam non-ferrous, ITA mengatakan itu tidak akan berdampak pada timah karena badan cadangan strategis China tidak memiliki stok. (wb)



MEDSOS WOWBABEL