Gencarkan Pemasaran Kopling Khas Bangka, Sumardi Jadi Mitra Binaan PT Timah

ADVERTORIAL    •    Jumat, 25 Juni 2021 | 19:47 WIB
Ekonomi
Sumardi atau yang kerap disapa Mardi Kopling.(ist)
Sumardi atau yang kerap disapa Mardi Kopling.(ist)

MENDOBARAT,www.wowbabel.com -- Siapa yang tak suka minum kopi, minuman yang identik dengan hitam dan rasa pahit ini diminati berbagai kalangan. Namun, siapa sangka di Bangka Belitung yang terkenal dengan potensi timah juga memiliki perkebunan kopi. 

Ya, kopi dari Bangka Belitung diberi nama Kopi Petaling atau Kopling. Kopi yang diproduksi di Desa Petaling Banjar, Kabupaten Bangka ini berjenis robusta. Di tangan Sumardi atau yang kerap disapa Mardi Kopling kian dikenal hingga ke berbagai daerah. 

Semula, Sumardi memulai usaha perkebunan kopinya secara mandiri pada tahun 2013 silam. Ia bekeliling ke berbagai daerah penghasil kopi di Indonesia untuk mempelajari cara menanam kopi, mencocokkan iklim dan jenis kopi yang bisa ditanam di Pulau Bangka. Berkat keulatannya, maka ditemukanlah jenis Kopi Robusta yang cocok dan bisa tumbuh di Pulau Bangka. 

Ia mulai menanam kopi di pekarangan rumahnya, kini telah ada ratusan pohon kopi  yang ditanam di sekitaran rumahnya. 

Menurutnya, sejak dulu kopi sudah tumbuh di Babel namun hanya sebagai tanaman tumpang sari seperti ditanam di sebelah lada dan itupun hanya skala kecil. Padahal kata dia, di Pulau Bangka sendiri banyak warung kopi, di Belitung Timur bahkan sudah terkenal dengan 1001 warung kopi, tapi sayangnya kopinya masih didatangkan dari luar daerah. 

“Boleh dikatakan 70 persen masyarakat kita minum kopi, tapi  sangat disayangkan bahan baku didatangkan dari luar. Lalu saya belajar ke Lampung, Bengkulu dan beberapa provinsi lainnya, sambil mencari yang pas untuk ditanam di Bangka, ketemulah jenis Robusta ini,” tuturnya.

Lalu dirinya mulai menanam kopi di pekarangannya, mengolahnya sendiri melakukan pembibitan. Kopi Robusta di Bangka kata dia tak kalah enak rasanya dengan kopi dari daerah lainnya, justru lebih unik karena tumbuh di bawah 40 mdpl. 

Dirinya juga mengajak masyarakat sekitar untuk mulai menanam kopi karena kopi memiliki nilai ekonomis yang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Sama-sama mengembangkan perkebunan kopi, mencari pasar, dan mengatasi  kendala. Mereka membentuk Kelompok Tani Kopling Banjar selain itu juga membentuk koperasi Kopling Banjar Mandiri.



MEDSOS WOWBABEL