Tekanan China Tidak Berdampak Dalam Terhadap Timah

Tim_Wow    •    Senin, 21 Juni 2021 | 13:54 WIB
Ekonomi
Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Kebijakan pemerintah China untuk menekan harga komoditas logam tidak berpengaruh lebih besar terhadap produksi timah dunia. Pasar saat ini menghadapi persoalan pasokan dan distribusi yang tersendat sehingga stok timah berkurang.

Harga logam dasar baru-baru ini mendapat tekanan dari regulator di China. Harga komoditas yang tinggi selama satu dekade termasuk tembaga dan timah mulai menekan produksi industri di negara konsumen logam terbesar di dunia itu. Sebagian besar pemulihan ekonomi China bergantung pada manufaktur, sehingga pemerintah mulai menekan perusahaan untuk menurunkan harga.

Salah satu langkah tersebut adalah meminta bank dan pedagang lain untuk mengambil posisi beli yang spekulatif. Meskipun kenaikan harga logam dasar telah melambat, langkah tersebut belum memiliki efek yang diinginkan.

Oleh karena itu, Administrasi  Cadangan Pangan dan Strategis Nasional China (NFSRA) telah mengumumkan bahwa mereka akan melepaskan sejumlah logam dasar yang ditimbun ke pasar, dalam upaya memastikan pasokan dan menstabilkan harga.

Menurut pengumuman resmi pemerintah China pada 16 Juni 2021, NFSRA akan melepaskan stok tembaga, aluminium, dan seng diantara komoditas lainnya. Namun, tidak disebutkan timah.

International Tin Association (ITA) dalam keterangan resminya mengatakan saat ini d NFSRA tidak memiliki stok timah, sementara ada beberapa stok lain yang juga bisa dilepas.

ITA mencontohkan kasus  Juli 2020, saat itu pemerintah Provinsi Yunnan  menawarkan insentif bagi produsen di Provinsi tersebut untuk menyimpan timah. Stok 40.000 ton ditargetkan untuk mendukung perusahaan ketika COVID-19 memengaruhi permintaan pada paruh pertama tahun 2020. Namun, penelitian ITA menunjukkan bahwa tidak ada produsen di Yunnan yang memanfaatkan kebijakan tersebut.

"Dengan demikian, pasar timah diharapkan tidak terpengaruh secara material oleh pengumuman NFSRA," ujar analis pasar ITA.

Hanya saja, sejak rencana pemerintah China itu mencuat, harga komuditas logam audah mulai berfluktuasi. Termasuk harga timah dunia yang cenderung turun. Demikian pula untuk jenis logam lainnya. (wb)



MEDSOS WOWBABEL