Penghentian Produksi Timah MSC Diperpanjang, Kekurangan Pasokan Makin Parah

Tim_Wow    •    Jumat, 18 Juni 2021 | 10:32 WIB
Ekonomi
Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Pasokan timah dunia hingga akhir Juni 2021 belum normal menyusul perpanjangan penangguhan operasional pabrik peleburan timah milik Malaysia Smelting Corporation (MSC). Pemerintah Malaysia memperpanjang masa penutupan di negara itu karena lonjakan kasus Covid-19 masih terjadi.

"Operasi peleburan timah di Malaysian Smelting Co (MSC) akan ditangguhkan hingga 28 Juni, perusahaan mengkonfirmasi minggu ini, setelah penguncian Covid-19 negara itu diperpanjang lagi," ujar sumber resmi Firtmarkets kemarin.

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengumumkan penguncian (lockdown) pada 28 Mei, setelah negara itu melaporkan 8.290 kasus baru Covid-19 sesuai data dari Universitas Johns Hopkins.   MSC, produsen timah terbesar ketiga dunia diperintahkan untuk menangguhkan operasi hingga l 14 Juni.

MSC kemudian menyatakan force majeure pada kegiatan peleburan pada Senin (7/6/2021) setelah pemerintah menolak permintaan produsen timah untuk diklasifikasikan sebagai layanan penting yang memungkinkan untuk  beroperasi selama penguncian. 

Upaya banding oleh MSC tidak disetujui pemerintah  menyebabkan pabrik peleburan timah menangguhkan operasinya selama dua minggu hingga Senin (14/6/2021).

“Ini tidak diketahui apakah fase penguncian lebih lanjut akan dilaksanakan atau  tindakan lain dapat dilakukan oleh pemerintah yang  menyebabkan gangguan lebih lanjut pada operasi kami,” mengutip keterangan resmi pihak MSC di metalbulletin.com.

Pemerintah Malaysia  memperpanjang penguncian hingga 28 Juni karena jumlah kasus Covid-19 harian negara itu melebihi 5.000. Data dari Universitas John Hopkins, pada 14 Juni, sekitar 5.419 kasus baru di Malaysia. 

“Sebagai produsen timah global terkemuka, kami akan terus memantau dengan cermat situasi yang berkembang sambil terlibat dengan lembaga pemerintah Malaysia terkait untuk bekerja menuju hasil yang positif,” kata perusahaan itu. 

Berdasarkan kapasitas produksi 60.000 ton per tahun perusahaan, sekitar 4.600 ton logam akan hilang selama penangguhan empat minggu. 

“Pasar telah kehilangan  mutlak dalam hal produksi,” ujar seorang pedagang timah kepada Fastmarkets.

Dampak lainnya dari penghentian sementara peleburan timah MSC, pasar timah di Kuala Lumpur Tin Market (KLTM) menghentikan transaksi perdagangan timah di bursa. Kemudian Metal X perusahaan penambangan timah pemasok konsentrat ke MSC meninjaunl ulang kontrak penjualannya dan mengalihkan pasokan ke pabrik peleburan milik Thaisarco di Thailand.

Harga timah tiga bulan di London Metal Exchange mencapai level tertinggi baru pada hari Senin, 14 Juni di US$31.850 per ton dan terakhir terlihat di US$31.350 per ton. (wb)



MEDSOS WOWBABEL