Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi Amankan Truk Bermuatan Hasil Tambang Ilegal

Tim_Wow    •    Jumat, 18 Juni 2021 | 15:51 WIB
Nasional
Tim Operasi Peredaran Hasil Hutan Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi bersama Ditreskrimsus Polda Sulteng berhasil mengamankan satu unit Truk (DN 8791 AH) yang bermuatan material tambang illegal yang diduga berasal dari kawasan konservasi Taman Nasional Lore Lindu, Selasa (15/6/2021) di Desa Oloboju Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah.(ist)
Tim Operasi Peredaran Hasil Hutan Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi bersama Ditreskrimsus Polda Sulteng berhasil mengamankan satu unit Truk (DN 8791 AH) yang bermuatan material tambang illegal yang diduga berasal dari kawasan konservasi Taman Nasional Lore Lindu, Selasa (15/6/2021) di Desa Oloboju Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah.(ist)

SIGI,www.wowbabel.com -- Tim Operasi Peredaran Hasil Hutan Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi bersama Ditreskrimsus Polda Sulteng berhasil mengamankan satu unit Truk (DN 8791 AH) yang bermuatan material tambang illegal yang diduga berasal dari kawasan konservasi Taman Nasional Lore Lindu, Selasa (15/6/2021) di Desa Oloboju Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah. 

Seperti yang diketahui, daerah Konservasi Taman Nasional Lore Lindu khususnya di Dongi-Dongi dalam beberapa tahun terakhir marak terjadi aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di areal seluas 3,9 Ha.

“Kami akan terus bekerja keras menindak aktivitas PETI di Kawasan Taman Nasional Lore Lindu. Mengingat, banyak sekali kegiatan tambang illegal di Kawasan Ini,” kata Kepala Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi, Dodi Kurniawan SPt MH, Selasa (15/6/2021).

Dodi menyatakan keberhasilan kasus ini berkat kerja keras Tim Operasi Peredaran Hasil Hutan Gakkum KLHK beserta pihak Dit Reskrimsus Polda Sulteng. Selain itu, dari hasil pemeriksaan diketahui truk tersebut memuat material sebanyak 175 (serratus tujuh puluh lima) karung.

“Kami tidak akan berhenti sampai di supir saja, tapi akan kami usut tuntas sampai ke pemodal tambang tersebut,” tegas Dodi.

Kasus pengangkutan muatan hasil tambang di Kawasan Taman Nasional Lore Lindu ini diduga melanggar Pasal 90 Ayat 1 Jo. Pasal 17 Ayat 1 Huruf c UU No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan yang telah diubah dengan Pasal 37 UU 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dengan hukuman maksimal pidana penjara selama 10 (sepuluh) tahun serta pidana denda sebesar Rp 5 Miliar.

Saat ini, barang bukti berupa 1 (satu) unit truk (DN 8791 AH) beserta muatan material tambang sebanyak 175 (seratus tujuh puluh lima) karung diamankan di Kantor Seksi Wilayah II Palu Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi. Sementara, sopir truk sedang dimintai keterangan oleh Penyidik Gakkum KLHK untuk mendalami kasus ini untuk mengetahui motif dan aktor intelektual di balik kasus ini.(wb)




MEDSOS WOWBABEL