Ketua Gerindra Bangka Barat : Masyarakat Takut Divaksin Padahal Gratis, Pemerintah Daerah Harus Turun

Chairul Aprizal    •    Senin, 14 Juni 2021 | 17:05 WIB
Lokal
Caption: Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bangka Barat Safri. (rul/wb)
Caption: Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bangka Barat Safri. (rul/wb)

JEBUS, www.wowbabel.com -- Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bangka Barat Safri menyarankan agar pemerintah daerah dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak takut disuntik vaksin yang secara gratis diberikan oleh pemerintah.

"Hari ini saya vaksin di Jebus ya, ketemu Kapolsek Jebus diskusi jadi ternyata program pemerintah pusat, masalah vaksin ini memang belum maksimal," katanya saat menerima suntik vaksin massal yang diinisiasi oleh Polres Bangka Barat, di Kecamatan Jebus, Senin (14/6/2021).

"Jadi orang kampung di sini banyak tidak mau vaksin karena berbagai isu yang diterima di masyarakat membuat mereka ketakutan, banyaklah alasan masyarakat yang ketakutan," sebut Safri.

Ketika dilakukan pendekatan dan penjelasan oleh Safri, masyarakat baru ada yang bersedia untuk ikut disuntik vaksin secara gratis yang diberikan oleh pemerintah.

"Jadi kita mintanya mudah-mudahan bupatinya atau perangkat OPD turunlah ke setiap desa, kumpulkan kepala desa dan perangkat desa, kasih tahu mereka dulu sebagai contoh, ini saya dapat info perangkat desa pun tidak mau vaksin," ungkapnya.

Safri menjelaskan jikalau vaksin Covid-19 ini berbayar meskipun hanya Rp 20.000 wajar saja masyarakat tidak antusias akan tetapi lain halnya sekarang yang secara gratis dan cuma-cuma saja masyarakat masih tidak antusias untuk ikut vaksin.

"Gratis ini lah luar biasa pemerintah, ratusan triliun uang dikeluarkan untuk kesehatan masyarakat sampai ke desa-desa belum maksimal, ya kami sebagai orang partai yang tidak punya kedudukan di pemerintahan artinya bupati, wakil bupati, perangkat jajarannya harus turun ke desa-desa," tuturĀ  Safri.

Disisi lain, Safri mengapresiasi pihak kepolisian yang sudah turun langsung dan menjemput bola kepada masyarakat agar mau untuk paksin.

"Di desa-desa Bhabinkamtibmas seluruh kapolsek mendatangi masyarakat tapi tidak mungkin kan harus datangin satu-satu ke rumah, aparatkan banyak tugas, jadi ada baiknya pemerintah daerah dan perangkat desa untuk kewajiban lah," tutur Safri.

Safri mengaku terkejut lantaran masyarakat Bangka Barat justru tidak antusias untuk vaksin padahal dibandingkan di daerah Jakarta justru vaksin Covid-19 terbatas dan tidak cukup.

"Ini soal isu-isu yang beredar aja mereka yang tidak mengerti, tidak ada info dari media, hanya dapat dari mulut ke mulut sehingga mereka ketakutan. Saya akan jempol bahwa untuk pihak kepolisian itu sudah luar biasa, tapi tolong untuk pemda agar mendukung," harap Safri.

"Ini bukan maksud apa tapi untuk kesehatan, hidup mati kita Covid-19 yang begitu kita takuti, pemerintah yang begitu hebat di pusat sana sehingga pemda harus suport, hari ini saya sudah dapat vaksin ini di Kecamatan Jebus," kata Safri.

Diketahui hari ini Polres Bangka Barat menggelar vaksin massal se-Bangka Barat menyambut HUT Ke-75 Bhayangkara yang jatuh pada tanggal 1 Juli mendatang dengan jumlah sebanyak 1.657 dosis vaksin bekerjasama Dinas Kesehatan Bangka Barat. (rul/wb)



MEDSOS WOWBABEL