Pengembangan Batik Angkat Potensi Alam Lokal

ADVERTORIAL    •    Minggu, 13 Juni 2021 | 17:36 WIB
Lokal
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Melati Erzaldi.(ist)
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Melati Erzaldi.(ist)

MANGGAR,www.wowbabel.com -- Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Perdagangan Kabupaten Belitung Timur selama 10 hari lalu mengadakan 'Pelatihan Batik Mangrove' untuk Kelompok Usaha Bersama (KUD) Sanggar Batik "Mangrove" Desa Mekar Jaya, Manggar, Belitung Timur.

Ketua Dekranasda Bangka Belitung, Melati Erzaldi saat penutupan, Sabtu (12/6/2021) hadir untuk memberikan pembinaan kepada masyarakat Desa Mekar Jaya yang diingatnya selalu bersemangat dan menginspirasi.

Melati Erzaldi senang, pengembangan tehnik membatik melalui  'Pelatihan Batik Mangrove'. Walau batik kental dengan budaya Jawa tetapi, batik bisa berkembang dari daerah mana saja, termasuk di Belitung Timur.

"Saya pernah berdiskusi dengan Dekranas Pusat, batik memang sudah menjadi satu warisan budaya. Kenapa Babel juga bisa punya batik, karena dengan kita menambah ragam batik dari Babel artinya menambah khazanah budaya di Indonesia yang berbeda dengan negara lain," ungkapnya di hadapan anggota 'Batik Mangrove'.

"Dua atau tiga tahun lalu, saya ingat Kepala Desa bercerita tentang batik asal desa ini, saat saya berkunjung ke Manggar," kenangnya.

"Bukan hanya pembinaan, harapan saya kehadiran saya dapat memberikan motivasi kepada bapak ibu semuanya terutama pak Kades dan ibu yang selalu bersemangat mendampingi warganya," ungkapnya lagi.

Bicara tentang Pulau Belitung, bagi Melati Erzaldi yang terbayang adalah Pantai Laskar Pelangi walau sebenarnya kisah yang diangkat dalam novel karya Andrea Hirata ini mengangkat budaya masyarakat Belitung Timur meskipun, masyarakat mengenal pantai-pantai ini terletak di Kabupaten Belitung.

Kehadirannya di Manggar beberapa tahun lalu diingatnya bertemu dengan Kepala Desa Mekar Jaya dan dapat melihat langsung potensi yang luar biasa tentang keterampilan membatik oleh warga desa.

"Batik dengan motif khas Belitung Timur, batik dengan motif khas Pulau Belitung dan kebanggaan tersendiri bagi saya, produk batik ini menjadi motif batik khas Kepulauan Bangka Belitung," ujarnya mengapresiasi.

Batik Mangrove beberapa waktu lalu, kenang Melati Erzaldi, masih melulu berwarna cokelat. Setelah mengikuti pelatihan, membatik sudah bisa dilakukan dengan metode lain dan menghasilkan berbagai warna natural dari bahan-bahan yang ada di daerah ini yaitu pohon mangrove dan metode Indigotin tanpa bahan kimia.

"Ketika ditawarkan kepada para wisatawan atau para pecinta batik akan lebih menarik karena selain alami juga bahannya lebih aman," ungkap Melati Erzaldi.

"Setelah 10 hari melaksanakan pelatihan, hasilnya diharapkan para peserta bisa mengembangkan keterampilan batik," ungkap Ketua Dekranasda Belitung Timur, Purwenda Puspitasari.

Purwenda Puspitasari mengatakan, setelah pelatihan dirinya berharap anggota 'Batik Mangrove' mendapat tambahan usaha di rumah, menjadikan karyanya sebagai batik khas Belitung Timur dan dapat juga melanjutkan ilmu yang didapatkan kepada teman-teman seprofesi lain.

"Semoga kabupaten Belitung Timur semakin Bangkit dan berdaya," harapnya.(adv/*) 



MEDSOS WOWBABEL