Harga Timah Melejit Akibat Kebijakan Biden dan Gempa Kongo

Tim_Wow    •    Jumat, 28 Mei 2021 | 12:22 WIB
Ekonomi
Ilustrasi. (net)
Ilustrasi. (net)

PANGAKALPINANG, www.wowbabel.com -- Harga timah dunia langsung mendekati harga tertinggi USD 30.230 per metrik ton, Kamis (27/5/2021). Laju kenaikan harga timah dan beberapa jenis logam lainnya tak terbendung saat memasuki pembukaan pasar, Jumat (28/5/2021) pagi di London Metal Exchange (LME) maupun Shanghai Futures Exchange (SHFE). 

Rencana Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengusulkan anggaran infrastruktur USD 6 triliun mengisyaratkan akan pemulihan ekonomi dunia mempengaruhi harga logam.

Selain rencana Biden,  gempa bumi di Goma, kota timur Republik Demokratik Kongo telah menunda ekspor bijih timah di provinsi Kivu Utara, yang kaya akan mineral mempengaruhi kenaikan harga timah. Ekspor timah dari Kongo menyumbang sekitar 8% dari produksi konsentrat timah dunia. 

"Saat ini tidak jelas kapan Goma akan dinyatakan aman kembali, dan kantor pemerintah akan dibuka kembali. Namun, saat ini kami mengharapkan produsen di Kivu Utara untuk terus beroperasi, meskipun ada penundaan pemberian izin ekspor," kata juru bicara Asosiasi Timah Indonesia (ITA), Kamis (27/5/2021). 

Terganggu rantai pasokan konsentrat di Kongo membuat harga timah naik.

"Saat ini, tekanan di atas terlihat dari USD 30.500 per metrik ton, jika tekanan berlanjut harga ditembus, di atas USD31.000  per meteik ton,"  ujar analis pasar Shanghai Metal Market (SMM) dikutip dari news.market.com, Jumat (28/5/2021). 

"Didukung oleh kekurangan pasokan dan ekspektasi moneter yang longgar, kontrak akan mempertahankan tren yang kuat dalam waktu dekat," ujarnya.

SMM mencatat kontrak  timah di  SHFE yang paling likuid naik 4,71% menjadi  208.220 yuan per metrik ton.

"Diharapkan kontrak akan diperdagangkan dengan kuat dalam waktu dekat. Tekanan di atas akan terlihat dari 210.000 yuan per metrik ton," ujarnya.(wb)



MEDSOS WOWBABEL