Dinas Pertanian dan Pangan Bangka Barat Sebut Dampak Replanting di Luar Kemampuan Perusahaan

Chairul Aprizal    •    Selasa, 25 Mei 2021 | 16:59 WIB
Lokal
Caption: Kasi Produksi Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Bangka Barat Juliandra. (rul/wb)
Caption: Kasi Produksi Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Bangka Barat Juliandra. (rul/wb)

MUNTOK, www.wowbabel.com --  Kasi Produksi Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Bangka Barat Juliandra sebut munculnya hama kumbang tanduk dampak penebangan pohon sawit (replanting) oleh PT GSBL diluar kemampuan perusahaan.

Juliandra menyatakan, kalau pihak perusahaan GSBL sudah memenuhi prosedur dalam aktifitas perkebunan sawitnya termasuk mengendalikan segala dampak yang muncul akibat aktifitasnya.

"Kalau misalkan berbicara dari dampak lingkungan sebenarnya bukan ranah kami, karena itu Dinas Lingkungan Hidup tapi kami bicara dalam prosedur mekanisme proses replantingnya," ucap Juliandra usai RDP warga yang menuntut ganti rugi ke GSBL, Selasa (25/05/2021).

Dikatakannya, kalau PT GSBL sudah melakukan upaya pengendalian hama agar tidak mengakibatkan dampak kepada masyarakat dari proses replanting tersebut seperti menanam tumbuhan Cipi dan kacang-kacangan.

"Juga sudah menghindar proses pembakaran. Karena dampak kumbang ini masih ada, itu adalah intinya memang dia media hidupnya itu biasanya memang di batang-batang tanaman kelapa sawit," jelasnya.

Juli akui menjelaskan, hama kumbang tanduk ini sebenarnya bisa dikendalikan dan perusahaan sudah melakukan usaha untuk mengendalikan hama tersebut meskipun tetap bermunculan.

"Tapi sejauh ini yang namanya makhluk hidup, hama ini inilah salah satu jalan dari perusahaan dengan penduduk sekitar dilakukan sebuah proses, istilah merasa tanggung jawab perusahaan, oke kita fasilitasi," tuturnya.

"Jadi pihak perusahaan sudah melakukan upaya pengendalian itu, tapi itu tadi kita asumsikan saja dengan kondisi covid sekarang sama sebenarnya saya sudah pakai masker seperti ini masih kena kita tidak tahu karena ini makhluk yang bernyawa dan hidup jadi istilahnya dampak dampak itu yang diluar kemampuan bahasanya," sambung Juliandra. (rul/wb)



MEDSOS WOWBABEL