Pengelola Kawasan Industri Sadai Akan Membangun Pusat IBO Global

Tim_Wow    •    Selasa, 11 Mei 2021 | 17:24 WIB
Nasional
Ilustrasi.(dok)
Ilustrasi.(dok)

JAKARTA, wowbabel.com - Saat ini perkembangan ekonomi global, efisiensi, keuntungan, dan kepercayaan adalah elemen kunci. Perkembangan revolusi Internet tradisional telah sangat membawa kemakmuran ekonomi dunia, telah membawa efisiensi dan keuntungan, tetapi belum menyelesaikan masalah kepercayaan pada dunia.

Blockchain mengurangi biaya saling percaya sosial melalui kontrak cerdas yang dapat diprogram, dan meningkatkan efisiensi investasi dan pembiayaan lintas batas serta aliran modal dalam lingkungan yang sangat global. 

Di masa mendatang, blockchain dan ekonomi digital akan menjadi dataran tinggi strategis bagi negara-negara untuk mewujudkan keuangan digital global di masa depan. 

Pada tahun 2020, Amerika Serikat, Cina, Jepang, dan negara-negara lain secara berturut-turut mengumumkan bahwa mereka akan mempertimbangkan untuk mengeluarkan mata uang digital untuk mempromosikan pengembangan blockchain dan ekonomi digital. 

Pada saat yang sama, raksasa keuangan yang dipimpin oleh JP Morgan Chase, Goldman Sachs, Fidelity, UBS, VISA dan MasterCard mulai mengakselerasi tata letak ekonomi digital.

Telah menjadi konsensus global bahwa blockchain didasarkan pada entitas dan entitas layanan. Dalam beberapa tahun ke depan, ekonomi digital akan memiliki skala level triliun untuk membantu perusahaan fisik mengembangkan dan mendorong babak baru pembangunan nasional yang revolusioner.

Memanfaatkan situasi global tersebut untuk mendukung strategi pembangunan pemerintah Indonesia, Kawasan Industri Sadai akan membangun pusat IBO (Initial  Blockchain Offering) Global yang akan memancarkan dunia melalui blockchain. 

Pengelolah Kawasan Industri Sadai (KIS), Vindyarto Purba mengatakan pendirian IBO ini bertujuan memecah kebuntuan perdagangan dan pembiayaan investasi akibat keterbatasan mobilisasi perpindahan manusia antar negara di situasi pandemi, Selasa (11/05/21).

Kawasan Industri Sadai akan dijadikan salah satu pusat ekonomi digital terbesar di dunia dan menjadi flashpoint baru perekonomian Indonesia.

"Salah satu tujuan pendirian IBO ini bertujuan memecah kebuntuan perdagangan dan pembiayaan investasi akibat keterbatasan mobilisasi perpindahan manusia antar negara disituasi pandemi, " ujar Vindyarto.

IBO Center disebut sebagai IGIC?Indonesia Global Initial BlockChain Offering Center adalah proyek strategis kawasan industri sadai dengan tujuan utama melayani ekonomi riil termasuk sektor umkm.

Melalui IBO Center, secara efektif mengumpulkan sumber daya modal top dunia, perusahaan berkualitas tinggi dan dana menganggur untuk membantu perusahaan Indonesia memecahkan masalah investasi dan pembiayaan, transformasi digital, dan sebagainya.

Pusat IBO bertanggung jawab atas elemen inti proyek, seperti platform perdagangan aset digital nasional Indonesia, SADAI Industrial Park, proyek rantai publik nasional RBA, dan Dana Pengembangan Industri Nasional.

Vindyarto menambahkan kesepakatan dagang ataupun investasi yang akan dibangun harus dibuatkan sistem yang transparansi dalam situasi kesulitan negosiasi secara tatap muka langsung.

"Ini sejalan dengan arahan Kementerian Perindustrian agar kawasan industri segera membangun infrastruktur dan sistem digiital menuju industri 4.0," Jelas Vindyarto.

Dari penggulungan digital dan penggulungan aset hingga investasi dan pembiayaan dan pencatatan non-IPO, perusahaan fisik adalah yang pertama menjadi penerima manfaat dari pencatatan IBO, di mana perusahaan Indonesia akan menjadi yang pertama diuntungkan.(*)



 



MEDSOS WOWBABEL