Harga Timah Melesat Laba PT Timah dan MSC Terangkat

Tim_Wow    •    Senin, 10 Mei 2021 | 12:50 WIB
Lokal
Caption: PT Timah
Caption: PT Timah

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Harga timah dunia yang tinggi turut mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan penambangan timah dunia. Seperti halnya PT Timah Tbk asal Indonesia dan Malaysia Smelting Corps (MSC) Bhd dari Malaysia. 

Pada kurtal pertama 2021, kedua perusahaan ini melaporkan labanya setelah sempat merugi tahun sebelumnya.

PT Timah Tbk (TINS) berhasil membukukan laba bersih senilai Rp 10,34 miliar di kuartal pertama 2021. Realisasi ini berbanding terbalik dari kerugian bersih Rp 412,85 miliar di kuartal pertama 2020. 

Naiknya bottom line TINS terjadi saat pendapatan emiten pelat merah ini membukukan penurunan pendapatan. Tercatat, TINS membukukan pendapatan senilai Rp 2,44 triliun, menurun 44,78% dari pendapatan di periode yang sama tahun lalu Rp 4,42 triliun.

Pendapatan TINS pada tiga bulan pertama 2021 terdiri atas penjualan logam timah senilai Rp 2,08 triliun yang merupakan penyumbang terbesar bagi pendapatan TINS. Disusul oleh penjualan tin chemical senilai Rp 170,55 miliar, penjualan tin solder senilai Rp 56,96 miliar, penjualan batubara senilai Rp 56,84 miliar, dan penjualan nikel senilai Rp 20,80 miliar. 

Sekretaris Perusahaan Timah Abdullah Umar mengungkapkan, produksi bijih timah pada kuartal I/2021 tercatat sebesar 5.025 ton yang mana sebesar 61 persen berasal dari offshore. Angka produksi logam timah pada kuartal I/2021 terkoreksi 63% menjadi 5.220 ton dan penjualan logam timah terkoreksi 66% menjadi 5.912 ton. 


"Fluktuasi harga logam timah di LME bergerak di rentang harga yang terbatas, dan diramalkan masih akan terus kinclong sampai dengan akhir tahun," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (7/5/2021).

Sedangkan Malaysia Smelting Corp Bhd  mencatat  laba bersih sebesar RM 22,12 juta pada kuartal pertama yang berakhir pada 31 Maret 2021 (1QFY21) setelah menderita  kerugian bersih sebesar RM13,19 juta setahun sebelumnya.  

"Pendapatan kuartalan meningkat sepertiga menjadi RM275,91 juta dari RM205,31 juta tahun lalu, berkat penjualan timah olahan yang lebih tinggi dan harga timah rata-rata yang lebih menguntungkan," ujar Pattrick Yong CEO gruop MSC dikutip dari edge.market.com.

Perusahaan pertambangan timah secara grup membukukan laba bersih sebesar RM 19,6 juta pada 1QFY21, mewakili lonjakan tiga kali lipat dari RM 4,5 juta pada 1QFY20. Peningkatan kinerja tersebut terutama didorong oleh kenaikan harga timah dan peningkatan produksi timah selama triwulan tersebut. 

Harga timah rata-rata untuk 1QFY21 naik 49% menjadi USD  24.737/ton (RM 101.718), dibandingkan dengan USD 16.656/ton (RM 68.489) di 1QFY20. Divisi peleburan timah, melaporkan laba bersih sebesar RM 10,4 juta dibandingkan kerugian bersih sebesar RM 19,3 juta pada 1QFY20, terangkat oleh persediaan sebesar RM 24 juta.

Memasuki tahun 2021, CEO grup MSC Datuk Dr Patrick Yong mengatakan kinerja grup tersebut semakin didorong oleh harga timah yang lebih tinggi dengan harga timah London Metal Exchange (LME) naik ke level tertinggi 10 tahun sebesar USD 30.995/ton pada Maret 2021. Lonjakan harga timah dipicu oleh meningkatnya permintaan timah solder di elektronik konsumen, serta menipisnya pasokan timah di seluruh dunia, katanya.

“Ke depan, konsumsi timah diperkirakan akan terus menguat pasca pandemi. Dalam jangka panjang, prospek timah tampak menjanjikan dengan prospek di bidang elektronik dan teknologi energi, karena semakin banyak aplikasi timah yang ditemukan. Dengan inisiatif grup yang berkelanjutan, kami siap menangkap peluang yang muncul di pasar yang berkembang ini, ” tambahnya. (wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL