KLHK Tetapkan AS, Pilot Trigana Air Tersangka Penyelundupan Burung Asal Papua

Tim_Wow    •    Minggu, 09 Mei 2021 | 04:27 WIB
Nasional
Penyidik Balai Gakkum KLHK Wilayah Jabalnusra telah menetapkan AS (50), pilot Trigana Air Boeing 737 Seri 300 PK-YSN, sebagai tersangka. AS ditetapkan sebagai tersangka karena mengangkut 180 ekor burung yang dilindungi tanpa izin dari Papua ke Bandara Halim Perdanakusuma, dengan pesawat Trigana Air.(ist)
Penyidik Balai Gakkum KLHK Wilayah Jabalnusra telah menetapkan AS (50), pilot Trigana Air Boeing 737 Seri 300 PK-YSN, sebagai tersangka. AS ditetapkan sebagai tersangka karena mengangkut 180 ekor burung yang dilindungi tanpa izin dari Papua ke Bandara Halim Perdanakusuma, dengan pesawat Trigana Air.(ist)

JAKARTA,www.wowbabel.com -- Penyidik Balai Gakkum KLHK Wilayah Jabalnusra telah menetapkan AS (50), pilot Trigana Air Boeing 737 Seri 300 PK-YSN, sebagai tersangka. AS ditetapkan sebagai tersangka karena mengangkut 180 ekor burung yang dilindungi tanpa izin dari Papua ke Bandara Halim Perdanakusuma, dengan pesawat Trigana Air. 

Kasus penyelundupan satwa yang dilindungi ini diduga terkait dengan jaringan perdagangan satwa antar pulau.

Muhammad Nur, Kepala Balai Gakkum Wilayah Jabalnusra, Kamis (6/5/2021), di Jakarta mengatakan Penyidik KLHK saat ini sedang mendalami keterlibatan pelaku lainnya terkait penyelundupan dengan Trigana Air.

"Disamping AS kami menyakini ada pelaku lainnya yang terlibat. Dalam kasus ini ada dugaan keterlibatan Oknum TNI. Proses penegakan hukum terhadap oknum TNI dilakukan POM AU dan POM AD,” imbuh Muhammad Nur.

Sementara itu, Rasio Ridho Sani, Dirjen Penegakan Hukum KLHK menambahkan kejahatan perdagangan illegal dan perburuan  satwa liar yang dilindungi masih menjadi ancaman terhadap kekayaan hayati Indonesia, khususnya satwa eksotik Indonesia. Modus operandi kejahatan terus berkembang, termasuk menggunakan pesawat udara, dan perdagangan secara online. Kejahatan ini terorganisir karena melibatkan banyak pihak.

Rasio Sani mengatakan penindakan terhadap kejahatan tumbuhan maupun satwa menjadi prioritas KLHK. Dalam beberapa tahun ini, kami telah melakukan 369 Operasi dan telah melimpahkan 311 kasus ke kejaksaan untuk disidangkan (P21), ratusan ribu ekor satwa liar telah diamankan.



MEDSOS WOWBABEL