Gas LPG 3 Kg Digunakan Pemilik Fortuner Hingga Penambang Timah

Chairul Aprizal    •    Jumat, 07 Mei 2021 | 13:19 WIB
Lokal
Caption: Rapat bersama pembahasan LPG 3 kilogram rapat bersama Wakil Bupati Bangka Barat di OR II Pemkab Bangka Barat, Jumat, (07/05/2021). (rul/wb)
Caption: Rapat bersama pembahasan LPG 3 kilogram rapat bersama Wakil Bupati Bangka Barat di OR II Pemkab Bangka Barat, Jumat, (07/05/2021). (rul/wb)

MUNTOK, www.wowbabel.com -- Kepala Bidang Energi Dinas ESDM Provinsi Bangka Belitung Erman Budiman mengakui meskipun persoalan distribusi gas elpiji ditanggulangi oleh Pertamina melalui agennya, masih ada pangkalan yang menyalurkan gas elpiji 3 kg kepada yang bukan berhak menerima.

"Jadi ada teman-teman yang pakai fortuner beli elpij. Ada juga elpiji ini dipakai untuk teman-teman kita ada yang di TI (Tambang Timah-red)," ucal Erman, dalam rapat bersama Wakil Bupati Bangka Barat di OR II Pemkab Bangka Barat, Jumat, (07/05/2021).

Melihat persoalan seperti itu, ESDM Provinsi Bangka Belitung akan berkordinasi dengan pihak Pertamina selaku pihak pemberi izin SPPBE, Agen, dan pangkalan.

"Jadi izin-izin ini pihak Pertamina kalaupun ada hal-hal yang tidak kita inginkan baik di agen maupun di pangkalan kita hanya memberikan masukan kepada Pertamina kalau memang perlu ditindaklanjuti, ditindaklanjuti karena Pemerintah tidak ada kewenangan," ucapnya.

Erman mengungkapkan untuk menindak tegas agen-agen ataupun pangkalan yang nakal adalah kewenangan sepenuhnya dari pihak Pertamina.

"Kemudian untuk tahun 2021 memang di Bangka Barat juga Kabupaten Bangka lainnya itu ada kenaikan kuota sebesar enam persen. Mudah-mudahan ini bisa mereduksi pak Wakil Bupati, dan pak Camat yang warganya belum menikmati gas elpiji ini," tuturnya.

Sempat disayangkan oleh Wakil Bupati Bong Ming Ming dan Kabid Energi dalam rapat membahas kesulitan warga Bangka Barat mendapatkan gas elpiji 3 kilogram, pihak Pertamina tidak hadir.

"Sebenarnya Pertamina harus hadir hari ini. Kemudian untuk data ini pak Wabup elpiji ini diperuntukkan untuk saudara-saudara kita yang memang miskin," katanya.

ESDM Bangka Belitung berharap tidak terjadi tambahan kuota untuk gas elpiji tiap tahunnya maka dapat diasumsikan menjadi ketidakmampuan pemerintah daerah.

"Karena inikan untuk orang miskin, artinya kalau elpijinya bertambah terus, orang miskinnya bertambah terus," cetusnya. (rul/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL