Didit: Lahan Tambang Eks PT Koba Tin Sebaiknya Diserahkan ke BUMN

Tim_Wow    •    Jumat, 07 Mei 2021 | 01:43 WIB
Lokal
Didit Srigusjaya.(dok)
Didit Srigusjaya.(dok)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Perwakilan masyarakat Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Selasa (4/5/2021) lalu mendatangi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) guna menyampaikan kondisi lahan eks PT Koba Tin.

Perwakilan masyarakat tersebut terdiri dari Didit Srigusjaya (mantan Ketua DPRD Bangka Belitung), Syahrial Rosidi (mantan karyawan PT Koba Tin), Syamsu Hairil (mantan Ketua DPRD Bangka Tengah), Erwin dan Ketua Karang Taruna Kelurahan Berok, Engga.

Didit Srigusjaya saat dikonfirmasi Kamis (6/5/2021), mengungkapkan keinginan masyarakat Koba dan sekitarnya agar lahan pertambangan eks PT Koba Tin diberdayakan kembali sudah cukup lama.

“Masyarakat juga merasa resah lantaran ada yang pro dan kontra terhadap aktivitas tambang di lokasi eks penambangan PT Koba Tin. Kita juga menghargai masyarakat yang ingin bekerja dan sisi lain kita juga menghargai masyarakat yang  akan terkena dampak seperti di Kelurahan Berok,” tutur Didit.

Menurut Didit, jika lahan eks pertambangan PT Koba Tin seperti di Marbuk, Kenari dan Pungguk jika dibiarkan tetap akan ada aktivitas.

“Yang kita lakukan ini murni untuk kepentingan masyarakat. Kita sangat prihatin dengan kondisi saat ini. Apalagi lahan tambang eks PT Koba Tin tersebut masih potensial untuk  ditambang,” tutur Didit.

Menurut Didit, pihaknya sudah menyampaikan kondisi lahan eks penambangan PT Koba Tin tersebut ke Kementerian ESDM dan sudah mendapat tanggapan.

“Kita juga ingin agar lahan tersebut dikelola oleh negara atau BUMN. Dan jangan diserahkan ke pemda lantaran kemapuan pemda sangat terbatas. Kalau diserahkan ke pemda, ujung-ujungnya dilelang. Kalau diserahkan ke BUMN tentunya tidak perlu lelang lagi lantaran statusnya WPN (Wilayah Pencadangan Negara--red),” terang Didit.

Selain itu tambah Didit, jika lahan tambang eks PT Koba Tin tersebut diserahkan ke  BUMN maka pengelolaannya sangat jelas, seperti tanggung jawab pasca tambang, pemberdayaan ekonomi dan pengurangan pengangguran serta  dana  CSR pun akan jelas.

“Jadi kita berharap untuk menghidupkan kembali lahan tambang eks PT Koba Tin, apalagi lahan-lahan itu masih  sangat potensial untuk digarap. Dalam waktu dekat pihak Kementerian ESDM akan turun melihat kondisi lahan tersebut,” tukas Didit.(wb)




MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE