Algafry Sudah Serahkan Berkas Lahan Eks PT Koba Tin ke Dirjen Minerba

Herdian wow    •    Jumat, 07 Mei 2021 | 01:38 WIB
Lokal
Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman.(her/wb)
Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman.(her/wb)

KOBA, www.wowbabel.com – Kisruh pro dan kontra lahan penambangan timah eks PT Koba Tin di kawasan Marbuk, Kenari dan Pungguk sempat disentil oleh Fraksi PPP saat rapat paripurna di Gedung DPRD Bangka Tengah, Kamis (6/5/2021) siang.

Aktivitas tambang liar di kawasan tersebut bisa menimbulkan konflik sosial lantaran sebagian warga ingin menambang dan sebagian lagi menolak lantaran  merasa tergangggu, apalagi aktivitas tersebut illegal.

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman pun ikut menanggapi persoalan tersebut. "Jika kita bahas mengenai perizinan tidak ada di situ, kita tidak mengeluarkan izin apapun terkait tambang," ungkap Algafry Rahman kepada wartawan usai rapat paripurna, Kamis (6/5/2021).

Menurut Algafry, sudah sejak lama pihak pemda melakukan berbagai upaya agar dapat mengelola lahan eks PT Koba Tin menjadi layak, namun sampai sekarang tidak ada kejelasan dari pihak ESDM.

"Jadi begini jauh setelah PT Koba Tin ditutup, saya tahu persis ada berbagai upaya telah dilakukan pihak Pemkab Bangka Tengah untuk dapat mengelola tetapi sampai hari ini tidak ada kejelasan dari Kementerian ESDM dan ini sebagai catatan kita bersama," ungkapnya

"Ketika saya menjadi Bupati Bangka Tengah, saya lihat file-file yang keluar dari surat PT Koba Tin saya bawa langsung ke Direktoral Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba), di mana itu yang pertama saya lakukan pada bulan lalu," lanjutnya. 

Lebih lanjut diungkapkan Algafry setelah membawa surat dan berkas ke Dirjen Minerba dan belum ada tanggapan pihaknya pun kembali datang pada tanggal 30 April untuk menemui Dirjen Minerba.

"Tidak ada lagi tanggapan, saya datang lagi tanggal 30 April dengan ketemu langsung membahas hal tersebut bersama Dirjen, termasuk masalah Marbuk, Kenari, Pungguk dan Insya Allah mudah-mudahan pihak Dirjen menepati janjinya, di mana hari Jumat beliau akan datang," terangnya

"Ya mudah-mudahan saja tidak ada halangan, di mana salah satu alasan beliau datang ke Bangka Belitung adalah untuk membahas eks PT Koba Tin," imbuhnya

Algafry menambahkan pihaknya belum tahu lahan eks PT Koba Tin ini untuk ke depannya akan dikelola oleh pihak mana.

"Kita tidak tahu ini akan dikelola oleh pihak mana, intinya saya sudah sampaikan silakan, karena ini kan persoalannya bukan di Pemkab Bateng melainkan di  ESDM," kata Algafry.

"Dulu kita sudah mengusulkan agar eks PT Koba Tin itu menjadi wilayah pertambangan rakyat, tapi memang tidak ada jawaban," imbuh Algafry.

Algafry juga menegaskan bahwa dirinya tetap terus melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian mengenai masalah Marbuk, Kenari dan Pungguk.

"Kita sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, dari zaman saya jadi anggota DPRD Provinsi lokasi Marbuk, Kenari, dan Pungguk itu saya lah yang datang langsung ke Polres Bangka Tengah bersama semuanya, mulai dari Pak Lurah, seluruh Kaling RT se-Berok, di mana semuanya saya ajak ketemu dengan Pak Kalpores Bangka Tengah pada saat itu, untuk minta dihentikan aktivitas tambang ilegal yang sudah meresahkan warga dan ketika saya sudah jadi bupati tetap saya koordinasi sampai saya ketemu sama Pak Kapolda untuk membahas ini," ungkap Algafry.(her/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL