Ini Tiga Pernyataan Sikap Solidaritas Selamatkan Teluk Kelabat Dalam

Chairul Aprizal    •    Kamis, 06 Mei 2021 | 00:00 WIB
Nasional
Solidaritas Selamatkan Teluk Kelabat Dalam mendesak Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman melakukan pencegahan dan mitigasi terhadap potensi konflik yang meluas, Rabu (5/5/2021). (fiz/wb)
Solidaritas Selamatkan Teluk Kelabat Dalam mendesak Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman melakukan pencegahan dan mitigasi terhadap potensi konflik yang meluas, Rabu (5/5/2021). (fiz/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Solidaritas Selamatkan Teluk Kelabat Dalam mendesak Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman melakukan pencegahan dan mitigasi terhadap potensi konflik yang meluas, Rabu (5/5/2021).

Beberapa organisasi tergabung didalam aksi solidaritas ini, diantaranya Walhi Babel, Forum Nelayan Pecinta Teluk Kelabat Dalam (FNPTKD), Bara Institute, GMNI Babel, HMI MPO Babel Raya, BEM KM UBB, DEMA KBM IAIN SAS, BEM Polman, dan BEM Pahlawan 12.

Bertempat di Kantor Walhi Bangka Belitung, Solidaritas Selamatkan Teluk Kelabat Dalam menggelar jumpa pers guna menyikapi kondisi yang terjadi di Teluk Kelabat Dalam.

Sebelumnya, Senin (1/5/2021) unjuk rasa damai yang dilakukan nelayan di Teluk Kelabat Dalam berakhir ricuh. Setidaknya terdapat dua orang nelayan mengalami luka-luka akibat aksi tersebut.

"Konflik yang terjadi di Teluk Kelabat Dalam akibat pembiaran yang berlarut-larut. Pemerintah harus segera bertindak agar konflik horizontal ini tidak semakin meluas," kata Jubir Solidaritas, Yudi Dwiansyah saat melakukan jumpa pers, Rabu (5/5/2021).

Yudi menyebutkan wilayah Teluk Kelabat Dalam merupakan kawasan zero tambang. Perairan ini dicantumkan pada pasal 26b yang mengatur Zona Perikanan Budi Daya dan pasal 29a yang mengatur Zona Perikanan Tangkap dalam Perda No. 3 Tahun 2020 Tentang RZWP3K Provinsi Bangka Belitung.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa UBB, Rio Saputra mengatakan tim eksplorasi terumbu karang dari Universitas Bangka Belitung  pun menemukan data kondisi terumbu karang di Pulau Bangka kondisinya kurang bagus. Kerusakan yang terjadi beragam. Mulai dari penurunan tutupan karang hidup hingga tertimbunnya ekosistem karang akibat sedimentasi yang parah.

Lebih lanjut, Rio menyampaikan aktivitas tambang laut mulai dari penurunan tutupan karang hidup hingga tertimbunnya ekosistem karang akibat sedimentasi yang parah.

Ia menuturkan, berdasarkan data yang didapatkan, 50% ekosistem terumbu karang di Pulau Bangka mengalami kerusakan. Begitu juga padang lamun dan aliran sungai sudah menampakkan status gawat.

Menurutnya, padahal terumbu karang, Padang Lamun dan mangrove merupakan rumah bagi keberagaman hayati flora dan fauna pesisir-laut.

"Selain itu, seperti mangrove memiliki peran sentral dalam menyimpan karbon dan menyerap emisi karbon, pemecah ombak dan angin badai, mencegah intrusi air laut ke darat (filter air tawar--red) dan mencegah terjadinya abarasi," kata Rio.

Pihaknya meminta pemerintah daerah segera menyelesaikan persoalan diatas dan mencegah konflik di Teluk Kelabat Dalam semakin meluas. Oleh karena itu, Solidaritas Selamatkan Teluk Kelabat menyatakan sikap :

1. Mendesak pemerintah membuka ruang dialog dengan memberikan kedaulatan nelayan untuk melestarikan pesisir dan perairan Teluk Kelabat Dalam.
2. Mendesak pemerintah melakukan pencegahan terhadap potensi konflik yang meluas.
3. Mendesak pemerintah melakukan penertiban dan atau penegakan hukum terhadap potensi ancaman dari aktivitas tambang tidak berizin diperairan Teluk Kelabat Dalam.(fiz/wb)

 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL