Mulkan Cek Kesiapan Operasi Ketupat 2021

Dwi H Putra    •    Rabu, 05 Mei 2021 | 11:36 WIB
Lokal
Caption: Bupati Bangka, Mulkan didampingi Kapolres Bangka, AKBP Widi Haryawan melaksanakan pengecekan ranmor R4 dan R2 pada Apel Ops Ketupat Menumbing 2021. di Mapolres Bangka, Rabu (5/5/2021). (rul/wb)
Caption: Bupati Bangka, Mulkan didampingi Kapolres Bangka, AKBP Widi Haryawan melaksanakan pengecekan ranmor R4 dan R2 pada Apel Ops Ketupat Menumbing 2021. di Mapolres Bangka, Rabu (5/5/2021). (rul/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Polres Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar pasukan Ops Ketupat 2021, yang diselenggarakan serentak di seluruh jajaran Polri. 

Bupati Bangka, Mulkan didampingi Kapolres Bangka, AKBP Widi Haryawan memimpin kegiatan menyampaikan amanat Kapolri kepada seluruh pasukan mengenai pelaksanaan Ops Ketupat Menumbing 2021 tahun ini.

"Menginjak tahun 2021 seluruh daerah dihadapkan permasalahan dari penanganan Covid-19 dan lain-lain, tapi syukur alhamdulillah penanganan terhadap permasalahan tersebut dapat berjalan dengan baik," kata Mulkan di halaman Polres Bangka, Rabu (5/5/2021). 

"Hal ini berkat kerjasama seluruh masyarakat Indonesia dan sinergritas lembaga terkait lainnya," paparnya. 

Lanjutnya apel gelar pasukan ini sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Ops Ketupat 2021 dalam rangka pam Hari Raya Idul Fitri 1442 H/ 2021 M, baik pada aspek personel maupun sarana dan prasarana. 

Menurutnya keterlibatan pasukan dalam apel kali ini memang sengaja tidak terlalu besar, namun diharapkan sudah mewakili semua unsur yang terlibat operasi sehingga dapat menilai kesiapsiagaannya.

"Rencana Ops Ketupat 2021 telah dipersiapkan dengan baik dari perkiraan ancaman cara bertindak dan penggelaran personel, sehingga diharapkan dapat diimplementasikan dalam pelaksanaanya," harap Mulkan. 

Hal ini untuk memberikan jaminan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat, sehingga dapat menjalankan ibadah puasa ramadan serta Hari Raya Idul Fitri 1442 H dengan aman, nyaman, tertib dan lancar di tengah suasana Covid-19 yang masih melanda.

"Diketahui pemerintah telah mengambil kebijakan mulai tanggal 6-17 mei 2021 untuk melarang warga masyarakat melakukan perjalan mudik pada libur hari raya idul fitri, karena situasi Covid-19," imbuhnya. 

"Hasil survey pergerakan orang melakukan perjalanan mudik sebanyak 81 juta orang, apabila pemerintah melarang mudik akan terjadi pergerakan orang melakukan perjalanan sebesar 27,6 juta orang atau 11 persen untuk bersilaturahmi dan lainnya," kata Mulkan. 

Maka dari itu sampai saat ini pemerintah masih terus berjuang menekan laju penyebaran Covid-19 dengan berbagai kebijakan seperti pendisiplinan Prokes 3M, vaksinasi dan terakhir PPKM mikro yang dinilai cukup efektif. 

Dalam pelaksanaan Ops Ketupat 2021 akan melibatkan 90.592 personel Polri, 11.533 personel TNI serta 52.880 personel intansi terkait terdiri dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka, Jasa Raharja dan lainnya yang ditempatkan di 333 pos penyekatan mengantisipasi warga yang nekad mudik. 

Selain itu sebanyak 1.536 pos pam untuk melaksanakan pengamanan terkait gangguan kamtibmas dan kamseltibcarlantas dan 596 pos pelayanan dan 180 pos terpadu untuk pam dipusat keramaian, pusat belanja, stasiun, terminal, bandara, pelahuhan, tempat wisata dan lainnya. 

"Utamakan keselamatan anggota yang bertugas dilapangam dengan tetap waspada dengan penyebaran Covid-19 saat ini, lengkapi sarana dan prasarana serta perlengkapan perorangan yang memadai, aman serta lakukan penugasan dengan body system," pungkas Mulkan. (dwi/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL